Aries menjelaskan, penataan drainase di lokasi tersebut dilakukan lantaran kondisi saluran awal berada di bawah saluran sekunder atau limpasan.
"Sehingga kami bersama pelaksana mencoba mengukur elevasi lokasi tersebut dengan kemiringan 2% itu untuk lokasi tersebut dengan kondisi sekarang untuk pasangan U-Ditch. Kemudian untuk pasangan jalannya kita akan sesuaikan dengan ketinggian U-Ditch. Maka ada pengurukan leveling agar lebar jalan bisa seperti kondisi semula," jelasnya.
Baca Juga: Pelaku UMKM Kota Tangerang Selatan Perlu Dorong Produknya Melalui Digital
Bahkan penanganan salurannya ditinggikan."Kami melaksanakan untuk penanganan salurannya ditinggikan agar air dari saluran rumah warga bisa tersalurkan ke saluran utama," sambung Aries.
Saat ini, Aries mengutarakan, pengerjaan penataan jalan dan drainase tengah dimulai dengan target pengerjaan sesuai kontrak selama 180 hari.
"Dan selanjutnya di atas agregat akan dilakukan paving tiga dimensi. Ini penataan sekalian penanganan titik-titik banjir lingkungan," ujarnya.
Ketua RW 09, Rohman, bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangsel yang telah melakukan penataan di lingkungannya.
"Ya saya mewakili warga, warga mengucapkan terima kasih sama Pemerintah yang telah peduli sama lingkungan dan rata-rata semua merasa puas," ungkap Rohman.
Ia menampik jika penataan tersebut mengundang protes warga. Justru sebaliknya, warganya sangat mendukung dan merasa terbantukan.
Baca Juga: Sebagai Komitmen Pemkot dalam Mendukung UMKM, Jalin Kerjasama Untuk Mendorong UMKM Naik Kelas
"Bahkan pada datang kemarin ke tempat saya mengucapkan terima kasih. Sementara ini kemarin hujan banjir sekarang sudah gak naik ke rumah saya. Jadi sepengetahuan saya yang saya ketemu lingkungan yang kena jalan itu ga ada yang mengeluh, bahkan ya terima kasih banyak khususnya kemarin pada datang ke sini ya mengucap terima kasih saya pun begitu terima kasih juga sama pemerintah dalam hal ini Disperkimta yang telah merespon sama keluhan ini," tuturnya.
Ia mengungkapkan, sejak ada pembangunan ini genangan air sudah tak terjadi lagi.
"Tadinya kan tanah masih luas, area ga bertambah jadi sempit, karena ada pembangunan-pembangunan rumah jadinya menyempit ya akhirnya naik ke situ, karena ini kan pusat pembuangan air RT 16 RW 16, RW 4 RW 8. Jadi Memang ini tumpuan, pembuangan air, dari 4 RW sedangkan di sininya sempit dari relnya itu," jelasnya.
Sebab, genangan yang terjadi sebelumnya cukup parah. Apalagi yang berlokasi di RT 4.
Baca Juga: Menggerakkan Semangat UMKM yang Menjadi Potensi Unggulan di Tangerang Selatan
Artikel Terkait
Sayembara Logo HUT ke 15 Tangsel Masuk Tahapan Penjurian Akhir
Setu Fest 2023 Berlangsung Semarak Dengan Berbagai Kegiatan
Pemkot Tangsel Ambil Langkah Antisipasi Polusi Udara
Cara Mengurangi Polusi Udara yang Berbahaya di Dalam Rumah
RW 12 Cipayung Kecamatan Ciputat Gelar Pesta Balai