Tangsel Perkuat Penanganan Stunting, 879 Anak Terindikasi hingga Agustus 2026

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 17 September 2026 | 09:00 WIB
Publikasi Stunting Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel
Publikasi Stunting Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel

Baca Juga: Perkuat Budaya Integritas Pemkot Tangsel, Bambang: Jangan Berhenti di Kantor, Mulai dari Keluarga

“Kalau di situ ternyata orang tuanya mengalami anemia, misalkan kekurangan sel darah merah dan kekurangan energi kronis, berarti penanganannya dari Dinas Kesehatan, Pos Gizi sebagai garda terdepan,” jelasnya.

Adapun persoalan sosial dan ekonomi akan ditangani melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan kewilayahan. Intervensinya dapat mencakup bantuan pangan, dukungan sosial, hingga akses terhadap program penempatan kerja apabila kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga.

Penanganan Stunting Bukan Hanya Tugas Dinkes

Pilar menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Menurutnya, kompleksitas faktor yang berkaitan dengan stunting membuat persoalan tersebut tidak cukup ditangani hanya oleh sektor kesehatan.

“Jadi ini penting sekali, semua dinas untuk bersama-sama bisa bekerja menangani stunting. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, karena faktor stunting itu sangat luas dan kompleks,” tuturnya.

Baca Juga: Perkuat Budaya Integritas, Benyamin Minta Keluarga Lurah Jadi Benteng Antikorupsi di Tangsel

Berdasarkan hasil pengukuran hingga Agustus 2026, terdapat 879 anak terindikasi stunting dari 117.960 balita yang telah menjalani pengukuran.

Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemkot Tangsel dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk memetakan kebutuhan intervensi di tingkat keluarga dan wilayah.

Intervensi Dimulai Sejak Kehamilan

Selain intervensi setelah anak teridentifikasi mengalami stunting, Pilar menilai pencegahan juga perlu dilakukan sejak masa kehamilan.

Pola hidup, pola asuh, kesehatan ibu, serta pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan keluarga sejak awal. Edukasi kepada orang tua juga dinilai diperlukan agar pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pilar menekankan pentingnya periode 1.000 hari pertama kehidupan sebagai salah satu fase yang menjadi perhatian dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

“Untuk menjadikan sumber daya manusia yang unggul, penanganannya dilakukan sejak di dalam kandungan dan seribu pertama kehidupan,” tegas Pilar.

Dengan pendekatan berbasis data dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Tangsel menempatkan penanganan stunting tidak hanya sebagai persoalan kesehatan anak, tetapi juga berkaitan dengan kondisi keluarga, lingkungan, sosial, ekonomi, serta pola pengasuhan. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X