Selain pembibitan, KADIN Tangsel juga mengusulkan pemanfaatan aset lahan milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.
Mardex menambahkan, kebutuhan pisang untuk mendukung operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah dapur pelayanan.
"Kebutuhan pisang di dapur MBG cukup tinggi. Ini menjadi peluang yang bisa kita manfaatkan bersama. Kami berharap Dinas Ketahanan Pangan dapat mendukung program ini sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa realisasi program tersebut membutuhkan kolaborasi multipihak, mengingat pembiayaan tidak sepenuhnya dapat mengandalkan APBD.
"Kami ingin menggandeng dunia usaha melalui KADIN untuk menghadirkan investasi dan dukungan pembiayaan. Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda, kami optimistis program ketahanan pangan di Tangsel dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," tutupnya.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa KADIN Kota Tangerang Selatan tidak hanya berperan sebagai mitra dunia usaha, tetapi juga aktif menghadirkan solusi konkret dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan, pertanian modern, dan penguatan ekonomi lokal berbasis kolaborasi.
(***)
Artikel Terkait
TPA Jatiwaringin Masih Membara, Warga Diimbau soal Kualitas Udara yang Mulai Berbahaya
Strategi Komunikasi Kepala Bakom RI: Membumi dan Berbasis Data saat Tanggapi Isu Kopdes Merah Putih
Viral Curhatan Warga Malang soal Sound Horeg, dari Sebabkan Kaca Bergetar hingga Harus Laporan ke Polisi
Kronologi Ngeri Perlawanan Terduga Bandar Narkoba di Kalteng saat Digeruduk Polisi, Berujung Wafatnya 3 Aparat
Videotron di Simpang Polres Tangsel Diduga Bermasalah, LSM Kibar Soroti Dugaan Pelanggaran PBG dan Konstruksi