Sampah Tak Diangkut Dua Pekan, Warga Sukabakti Keluhkan Pengelolaan dan Tarif Iuran yang Tak Jelas

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 3 Juni 2026 | 19:02 WIB
Selama hampir dua pekan meski telah membayar iuran pengangkutan sampah hingga tiga bulan ke depan.
Selama hampir dua pekan meski telah membayar iuran pengangkutan sampah hingga tiga bulan ke depan.

Ciputat – Keluhan warga terkait sampah tidak diangkut mencuat di lingkungan Jalan Sukabakti 2 RT 03 RW 06. Seorang warga mengaku sampah rumah tangganya menumpuk selama hampir dua pekan meski telah membayar iuran pengangkutan sampah hingga tiga bulan ke depan.

Warga bernama DY mengungkapkan dirinya terakhir membayar biaya pengangkutan sampah pada Mei 2026 untuk periode Mei, Juni, dan Juli. Namun, sejak terjadi pergantian petugas pengangkut sampah di wilayah tersebut, sampah miliknya tidak lagi diangkut.

"Saya sudah bayar untuk tiga bulan, tapi karena yang angkut sampah katanya ganti orang, sampah saya jadi tidak diambil. Sudah dua minggu menumpuk di depan rumah," ujar DY saat menyampaikan keluhannya.

Baca Juga: Mahasiswa Unpam Dampingi UMKM Gunung Bunder Naik Kelas Lewat Digitalisasi Bisnis

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sampah terus bertambah hingga menyerupai tumpukan besar di depan gerbang rumahnya. DY mengaku telah berupaya mencari solusi dengan melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua RT maupun Ketua RW setempat.

Namun, ia mengaku tidak mendapatkan kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap layanan pengangkutan sampah di lingkungannya.

"Saya sudah lapor ke RT, katanya tidak tahu siapa yang mengangkut sampah. Saya lapor ke RW juga jawabannya tidak tahu. Padahal ini wilayah mereka," katanya.

DY juga mempertanyakan sistem pengelolaan sampah di lingkungan Sukabakti 2. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sedikitnya empat petugas atau vendor pengangkut sampah yang beroperasi dengan kendaraan berbeda-beda di kawasan tersebut.

Baca Juga: Capaian Diplomasi Prabowo ke Saudi hingga AS, Kerja Sama Strategis Disinyalir Sentuh Angka Rp2.281 Triliun

Selain itu, warga juga mengeluhkan besaran iuran sampah yang dinilai tidak seragam. Menurut DY, terdapat warga yang membayar Rp20 ribu, Rp30 ribu, Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per bulan tanpa adanya informasi resmi mengenai dasar penetapan tarif tersebut.

"Kami juga bingung karena bayar sampah beda-beda. Ada yang Rp20 ribu, Rp30 ribu, Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Tidak ada penjelasan yang jelas mengenai tarifnya," ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga, Ketua RW 06 yang akrab disapa Godel menyatakan bahwa pengelolaan sampah di lingkungan tersebut bukan berada di bawah penanganannya secara langsung.

"Saya tidak menangani masalah sampah, karena itu sudah berlangsung sebelum saya menjadi RW dan dikelola oleh pihak tertentu tanpa ada laporan dari ketua RT kepada saya," kata Godel.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X