Gebyar Tradisi Betawi Resmi Dibuka, Benyamin Davnie Siapkan Jadi Kalender Budaya Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:04 WIB
Pembuka rangkaian festival budaya Betawi yang akan digelar di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel.
Pembuka rangkaian festival budaya Betawi yang akan digelar di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel.

Ciputat Timur - Benyamin Davnie resmi membuka kegiatan Gebyar Tradisi Betawi di Lapangan Rempoa, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian festival budaya Betawi yang akan digelar di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel.

Dalam keterangannya kepada awak media, Benyamin mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal pelestarian budaya Betawi yang selama ini menjadi identitas masyarakat Tangerang Selatan.

Baca Juga: Pilar Saga Tekankan Pembinaan Usia Dini di Kongres PSSI Tangsel 2026

Menurutnya, seluruh unsur budaya Betawi akan terus diperkenalkan kepada masyarakat, mulai dari seni pertunjukan, pencak silat, pakaian adat hingga kuliner khas Betawi.

“Hari ini saya mengawali kegiatan Gebyar Budaya Betawi yang nanti akan menjadi rangkaian di tujuh kecamatan. Masing-masing kecamatan beda, intinya adalah seluruh kebudayaan Betawi baik seni, silat, pakaian, makanan, termasuk petasan dan tradisi lainnya yang memang menjadi kultur Betawi akan kita lestarikan,” ujar Benyamin.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda budaya tahunan yang masuk kalender pariwisata daerah melalui kolaborasi bersama lembaga budaya Betawi dan sektor pariwisata.

“Tidak apa-apa tahun ini kita mulai dulu, tetapi nanti akan menjadi kalender yang diinisiasi kolaborasi antara lembaga budaya Betawi dengan bisnis pariwisata,” katanya.

Baca Juga: Kongres PSSI Tangsel 2026 Soroti Pembinaan Usia Dini dan Pembaruan Kepengurusan

Menurut Benyamin, antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di tengah perkembangan kota modern. Ia mengaku gembira melihat semangat warga yang hadir memadati area kegiatan sejak pagi hari.

“Saya bergembira dengan kegiatan hari ini karena menunjukkan semangat yang luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait regulasi penguatan budaya Betawi di Tangsel, Benyamin menyebut pemerintah daerah telah memiliki payung hukum berupa peraturan daerah (Perda).

Saat ini, kata dia, pemerintah tinggal merumuskan implementasi kegiatan di lapangan agar berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Perdanya sudah ada. Jadi kita tinggal merumuskan kegiatan lapangannya saja,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X