bidiktangsel. com - PSSI Kota Tangerang Selatan menggelar Kongres Biasa Tahun 2026 di Gedung 3 Lantai 3A Puspemkot Tangsel, Kamis (7/5/2026).
Kongres tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2022-2026 sekaligus membahas arah pembinaan sepak bola Kota Tangerang Selatan ke depan.
Ketua PSSI Kota Tangerang Selatan, Erlangga Yudha Nuggraha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan peserta kongres yang hadir. Ia juga menyebut sejumlah perwakilan pengurus sepak bola tingkat provinsi hingga daerah yang turut menghadiri kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kongres Biasa PSSI Tangsel 2026 Bidik Juara Umum Porprov Banten
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dalam Kongres PSSI Tangsel hari ini, baik pengurus periode 2020-2026 maupun para anggota,” ujar Erlangga.
Menurutnya, jumlah anggota PSSI Tangsel mengalami peningkatan signifikan menjelang berakhirnya masa kepengurusan saat ini.
Sebelumnya, PSSI Tangsel memiliki sekitar 24 anggota, namun kini bertambah menjadi 58 anggota setelah adanya pendaftaran sejumlah sekolah sepak bola (SSB) dan klub baru.
“Alhamdulillah menjelang kongres ini ada beberapa SSB dan klub yang mendaftarkan diri menjadi anggota baru PSSI Tangsel. Ini menunjukkan antusiasme dan perkembangan sepak bola di Tangerang Selatan semakin baik,” katanya.
Baca Juga: LBB Tangsel Minta Pemkot Percepat Pengesahan Aturan Pelestarian Budaya Betawi
Dalam forum tersebut, Erlangga juga menyampaikan laporan program kerja selama masa kepemimpinannya sejak 2022.
Program yang dijalankan meliputi penyelenggaraan kompetisi sepak bola, turnamen usia muda, pelatihan pelatih dan wasit, hingga pembinaan bakat atlet.
Selain laporan kegiatan, kongres juga memaparkan laporan umum organisasi serta laporan keuangan PSSI Tangsel selama periode kepengurusan berjalan.
Erlangga mengungkapkan bahwa masa jabatannya sebagai Ketua PSSI Tangsel akan berakhir pada 9 Mei 2026. Ia menyatakan siap menerima keputusan apapun dari Ketua Umum PSSI Banten terkait kepemimpinan organisasi selanjutnya.
Artikel Terkait
Menyoroti Kasus Kematian dr Myta Aprilia, Kemenkes Singgung Sanksi Pembekuan jika RS Terbukti Lalai
Tiba-tiba Ngamuk dan Lempar Helm, Begini Kronologi Viral Pelari Jogja 10K Kena Bogem OTK: Pelarinya Enggak Salah Apa-apa
Gara-Gara MBG, 13 Kiai di Jabar Tertipu Program Fiktif, Kerugian Tembus Ratusan Juta
DPRD Tangsel Sahkan RTRW 2026–2045, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Sorotan
Sinergi Kadin Tangsel – PT PITS Diperkuat, Fokus Kemitraan Strategis dan Pengembangan Air Bersih