May Day 2026 di Lubana Sengkol: Dari Kolam Pancing, Buruh Tangsel Gaungkan Tuntutan Keadilan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:41 WIB
Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Tangerang Selatan memanfaatkan panggung May Day untuk menyuarakan aspirasi secara terbuka.
Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Tangerang Selatan memanfaatkan panggung May Day untuk menyuarakan aspirasi secara terbuka.

Baca Juga: Diskusi Bersama PT Taspen, CEO Promedia Ungkap Pentingnya Kreativitas Media di Tengah Persaingan Dunia Digital

2. Jaminan Sosial dan Kesehatan

Forum menuntut akses jaminan kesehatan yang merata, berkualitas, dan bebas dari hambatan birokrasi bagi seluruh pekerja beserta keluarganya.

3. Perlindungan Pekerja Perempuan dan Sektor Informal

Isu pelecehan di tempat kerja, kesetaraan upah, serta hak cuti menjadi perhatian serius. Buruh mendesak regulasi yang lebih tegas dan implementatif.

4. Dialog Kebijakan Ketenagakerjaan

Forum meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Wali Kota, untuk membuka ruang audiensi secara responsif melalui forum formal seperti LKS Tripartit dan DPKO.

“Audiensi bukan sekadar formalitas, tetapi sarana komunikasi konstruktif untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” tegas Norman.

Baca Juga: Ungkap Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kasatreskrim Terima Penghargaan

May Day yang Adaptif dan Humanis

Konsep peringatan May Day melalui kegiatan mancing bersama menunjukkan pendekatan baru dalam gerakan buruh di tingkat lokal. Tidak lagi identik dengan demonstrasi besar di jalan, buruh Tangsel memilih strategi yang lebih humanis tanpa mengurangi substansi perjuangan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun solidaritas internal sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pemangku kepentingan.

Harapan ke Depan

Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah fondasi bagi kemajuan daerah dan nasional. Mereka berharap pemerintah dan pengusaha dapat merespons tuntutan secara konkret.

“Pekerja yang sejahtera adalah kunci Indonesia maju. Kami ingin bekerja dengan tenang, dengan kepastian hukum dan upah yang manusiawi,” tutup Norman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X