Calon Ketua Kadin Tangsel dan Pengusaha Muda Bahas Kolaborasi serta Optimisme Dorong APBD hingga Rp10 Triliun

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai arah pembangunan ekonomi daerah, kolaborasi dunia usaha, dan penguatan peran Kadin Tangsel
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai arah pembangunan ekonomi daerah, kolaborasi dunia usaha, dan penguatan peran Kadin Tangsel

Pamulang, bidiktangsel.com - Suasana hangat mewarnai acara silaturahmi Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan bersama para pengusaha muda di Kafe Kongdjie, Vila Dago, Pamulang, Senin (20/10/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai arah pembangunan ekonomi daerah, kolaborasi dunia usaha, dan penguatan peran Kadin dalam memperkuat kontribusi pengusaha lokal terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu pengusaha yang hadir, Alwani, M.Pd pelaku usaha di Bidang Travel dan Ekowisata Kranggan, Setu, mengemukakan gagasannya terkait strategi peningkatan APBD Tangsel. Ia menargetkan agar dalam lima tahun ke depan, Tangerang Selatan mampu mencapai APBD hingga Rp10 triliun, naik signifikan dari capaian saat ini sekitar Rp4–5 triliun.

Baca Juga: GP Ansor Tangsel Gelar Halaqoh Ulama Muda: Teguhkan Peran Santri dalam Pemberdayaan Umat dan Pelestarian Lingkungan

“Kita ingin Tangsel maju dengan kontribusi pengusaha lokal yang nyata. Visi kita lima tahun ke depan, APBD bisa tembus Rp10 triliun. Tapi ini tentu harus dibangun dengan kepastian hukum dan kolaborasi antar pengusaha,” ujar Alwani kepada awak media.

Menurutnya, dunia usaha di Tangsel harus mengedepankan semangat kolaborasi lintas sektor, bukan bersaing secara ego sektoral.

Ia menilai Kadin ke depan harus menjadi wadah yang mampu menjembatani para pelaku usaha, baik dari sektor konstruksi, pariwisata, maupun industri kreatif.

“Kita punya banyak potensi. Kalau pengusaha konstruksi, pariwisata, dan bidang lain bisa berkolaborasi, Tangsel bisa jadi kota dengan ekosistem bisnis yang kuat dan saling mendukung,” lanjutnya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Targetkan 386 Unit Bedah Rumah Layak Huni Tahun 2025: Dorong Kesejahteraan Lewat Hunian Sehat dan Aman

Alwani juga menyoroti pentingnya konsep pentahelix, yakni sinergi antara lima elemen: pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Ia menilai kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Pemerintah perlu membuka ruang bagi dunia usaha, akademisi bisa memberi gagasan, media menyebarkan informasi positif, dan kita sebagai pengusaha menjalankan tanggung jawab sosial. Kalau ini berjalan, Tangsel akan jadi kota yang maju dan berdaya saing,” paparnya.

Selain peningkatan ekonomi, ia juga menekankan pentingnya pengusaha berkontribusi terhadap tanggung jawab sosial dan keamanan daerah. Ia mencontohkan, perusahaannya tengah menjalin kerja sama dengan investor Jepang dengan nilai investasi mencapai Rp120 miliar per tahun, yang menurutnya dapat berdampak besar bagi pembangunan daerah.

Baca Juga: 37 Reklame Ilegal Di Sikat Satpol PP, Tegakkan Perda Demi Keindahan Kota

“Kami berharap keamanan dan kepastian bagi investor bisa dijamin. Karena kalau investasi masuk dengan nyaman, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Tangsel,” ujar Alwani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X