Pemkot Tangsel Fokus Tekan Penurunan Kasus TBC Lewat Skrining dan Pengobatan Rutin

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 29 September 2025 | 21:48 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius

Ciputat, bidiktangsel.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) melalui skrining masif dan pengobatan rutin. 

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat meski angka kasus di Indonesia menunjukkan tren penurunan.

Pilar menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi nasional bersama Menteri Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), yang digelar di Puspemkot Tangsel, Senin (29/9/2025).

Baca Juga: Besok!, Pemkot Tangsel Lantik 853 PPPK Tahap II: Komitmen Tingkatkan Status dan Pelayanan Publik

“Masalah TBC ini, yang ditegaskan dalam rapat tadi adalah bagaimana peran pemerintah dalam menekan angka TB di seluruh Indonesia,” ujar Pilar.

Ancaman Serius Meski Ada Tren Penurunan

Data nasional menunjukkan Indonesia mencatat sekitar 1 juta kasus baru TBC setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 100 ribu jiwa. 

Di Tangerang Selatan sendiri, tercatat sekitar 4.000 warga masih menjalani pengobatan TBC.

Baca Juga: Forum Wartawan Kebangsaan Desak Deputi dan Kabiro Pers Istana Dicopot Usai Pencabutan Kartu Liputan Wartawan CNN

Menurut Pilar, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan pasien menjalani pengobatan secara rutin agar tidak terjadi resistensi obat dan mengurangi potensi penularan.

“TB ini tidak kalah berbahayanya dengan Covid-19. Karena itu pasien harus rutin minum obat agar tidak terjadi resistensi. Kalau resistensi terjadi, biayanya lebih besar, penanganannya juga lebih sulit,” katanya.

Banten Jadi Provinsi dengan Skrining Tercepat

Dalam upaya deteksi dini, Banten berhasil mencatat capaian skrining TBC tercepat di Indonesia dengan tingkat partisipasi mencapai 70 persen. Capaian ini menempatkan Banten di posisi pertama secara nasional.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X