Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga
Alih-alih memberi gizi untuk generasi muda, program justru bisa menjadi lahan empuk bagi praktik rente dan korupsi.
Masyarakat tentu mendukung program MBG, tetapi dukungan itu bisa berubah menjadi kekecewaan jika pemerintah gagal membuktikan konsistensi antara rencana dan pelaksanaan.
Anak-anak bukanlah objek eksperimen politik, melainkan masa depan bangsa yang harus dijaga.
Oleh karena itu, pemerintah perlu segera melakukan koreksi serius.
Baca Juga: Pilar Bersama Masyarakat Lakukan Bersih-Bersih Sampah di Situ Pondok Jagung Tangsel
Pertama, memperkuat tata kelola distribusi dengan melibatkan sekolah dan komunitas lokal agar pengawasan lebih dekat dengan penerima manfaat.
Kedua, memastikan menu makanan sesuai standar gizi dengan melibatkan ahli gizi, bukan hanya penyedia katering.
Ketiga, membuka akses informasi anggaran secara transparan agar publik percaya bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat.
Perencanaan MBG memang bagus dan patut diapresiasi. Tetapi tanpa pelaksanaan yang tertib, bersih, dan konsisten, program ini akan menjadi contoh klasik kegagalan eksekusi.
Indonesia tidak kekurangan ide besar, yang kita butuhkan adalah kemauan politik untuk melaksanakan ide itu dengan benar dan berintegritas. (***)
Artikel Terkait
Menteri KLH Sindir Bupati Soal Sampah, Pengamat: Pusat Jangan Lempar Tanggung Jawab
Fenomena “Tot Tot Wuk Wuk” Jadi Sindiran Keras Pengguna Jalan, Pemerintah hingga Polri Angkat Bicara
Pembangunan IKN hingga Persiapan Jadi Ibu Kota Politik 2028
Tanggapi Aksi Menolak Sirene dan Strobo, TNI dan Korlantas Sebut Aturan Khusus
Menilik Rencana Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB