Dinding Gorong-Gorong Ambrol, Air Penuhi Lubang Long Storage Pondok Pucung 2: Proyek Rp2,9 Miliar Jadi Sorotan Warga

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:43 WIB
Perumahan Pondok Pucung Indah 2, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan
Perumahan Pondok Pucung Indah 2, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan

Pondok Aren, bidiktangsel.com – Proyek Pembangunan Long Storage yang tengah dikerjakan di Perumahan Pondok Pucung Indah 2, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menuai sorotan warga.

Pasalnya, ambrolnya dinding gorong-gorong dalam proyek tersebut telah memicu luapan air dalam proyek tersebut, Senin malam (4/8), sehingga menghambat pemasangan long storage kawasan permukiman warga yang selama ini telah menanti solusi banjir selama dua dekade.

Baca Juga: Dicekik Bunga 36%, Warga Tangsel Ajukan Permohonan Banding Usai Ditolak PN Tangerang

Dari pantauan di lapangan, proyek dengan anggaran fantastis senilai Rp2.941.496.000,00 ini dilaksanakan oleh CV. Sumur Ranje dengan sumber dana berasal dari APBD Kota Tangerang Selatan Tahun 2025, di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK). Masa pelaksanaan tercantum selama 180 hari kalender.

Namun, pengerjaannya dinilai terhambat pekerjaan sebelumnya oleh Tim Satgas Banjir RW 06, yang terus melakukan pemantauan sejak awal dimulai.

"Kami melihat proyek yang selama 20 tahun kami tunggu. Tapi saat proses pengurukan, terjadi longsor akibat jarak yang terlalu dekat dengan gorong-gorong lama. Ini menyebabkan struktur dinding ambrol dan mengganggu jalannya proyek," ujar Adit, perwakilan Satgas Banjir RW 06.

Baca Juga: “Dewa Korupsi” Masih Hidup: Dari Orde Baru ke Era Reformasi, Mereka Hanya Berganti Wajah

Adit juga menyinggung adanya miskomunikasi antara pelaksana dan konsultan proyek.

Menurutnya, seharusnya dilakukan penggalian (long storage) bertahap sepanjang 50–100 meter terlebih dahulu sebelum pemasangan gorong-gorong baru. Namun kenyataannya, penggalian langsung dilakukan sepanjang hampir 900 meter.

"Ini proyek besar, dan kami khawatir wilayah kami jadi tempat uji coba. Padahal ini pakai uang rakyat, nilainya hampir tiga miliar. Kami punya tanggung jawab moral, makanya kami terus awasi," tegas Adit.

Menurut penuturan Adit, proyek ini sempat dihentikan sementara karena tanah di sekitar gorong-gorong lama yang tidak cukup padat mulai bergeser dan jebol, sehingga menimbulkan genangan.

Baca Juga: Skandal Beras Oplosan Gegerkan Publik: Indomaret dan Alfamart Serentak Tarik Produk

Usaha pihak pelaksana menutupnya sementara dengan pasir pun gagal karena hanyut terbawa derasnya arus saat hujan deras.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa wilayah tersebut bukanlah lintasan kali, sehingga penyebab utama banjir bukan dari lingkungan internal, melainkan dari luar perumahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X