Setelah 6 Bulan Terhenti, Bantuan Beras Kembali Disalurkan: 18 Ribu Keluarga di Tangsel Terima 20 Kg dari Bulog

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 31 Juli 2025 | 13:16 WIB
Program bantuan pangan berupa beras dari pemerintah akhirnya kembali disalurkan ke masyarakat.
Program bantuan pangan berupa beras dari pemerintah akhirnya kembali disalurkan ke masyarakat.

Serpong, bidiktangsel.com – Setelah sempat vakum selama enam bulan, program bantuan pangan berupa beras dari pemerintah akhirnya kembali disalurkan ke masyarakat.

Kali ini, sebanyak 18.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mendapatkan bantuan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog), bekerja sama dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Tangsel.

Baca Juga: Bocah 9 Tahun Tenggelam di Danau Galian Legok, Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian Intensif

Penyaluran secara simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, bersama Kepala Bulog Cabang Tangerang, Omar Syarif, di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, pada Rabu (30/7/2025).

“Hari ini simbolis untuk penyaluran bantuan beras. Alokasi bulan Juni–Juli 2025 sebesar 18.024 KK se-Tangsel dengan total 360,480 ton. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras,” ujar Pilar dalam keterangannya.

Penyaluran Merata di Seluruh Kecamatan

Pilar juga memerinci distribusi bantuan beras di masing-masing kecamatan. 

Di antaranya: Kecamatan Serpong: 2.130 KPM, Pamulang: 4.604 KPM, Setu: 2.514 KPM, Serpong Utara: 1.241 KPM, Pondok Aren: 2.674 KPM, Ciputat: 2.941 KPM dan Ciputat Timur: 1.920 KPM.

Baca Juga: 63.847 KPM di Kabupaten Serang Terima Bantuan Pangan Beras: Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Kelurahan Ciater sendiri menerima bantuan untuk 442 KPM

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bappenas dan Bulog atas kerja sama dalam penyaluran cadangan pangan pemerintah. Ini mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem yang menjadi fokus nasional,” kata Pilar.

Pilar menegaskan, seluruh penerima manfaat berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui secara berkala. 

“Datanya terintegrasi satu pintu. Tidak ada data dari luar. Setiap tiga bulan dilakukan pembaruan oleh kecamatan, Dinsos, dan Kementerian Sosial, agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X