Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk
Banjir di Tangsel Bersifat Regional
Dalam keterangannya, Benyamin menegaskan bahwa persoalan banjir di Tangsel tidak bisa hanya dilihat dari aspek lokal.
Sungai yang melintasi Tangsel, seperti Kali Angke, merupakan aliran regional yang juga dipengaruhi kondisi di Kota Tangerang.
“Di wilayah Tangsel alirannya relatif lurus, tidak ada rumah menjorok atau pohon pisang di bantaran. Tapi masuk ke Kota Tangerang, mulai terlihat penyempitan. Aliran tertahan dan berbalik ke arah kita, inilah yang membuat kawasan seperti Maharta kerap kebanjiran,” terang Benyamin.
Selain itu, sejumlah kelokan tajam dan endapan sedimentasi juga memperparah lambatnya aliran air.
Penanganan teknis seperti normalisasi sungai hingga penggunaan alat berat jenis amfibi sudah direncanakan dalam koordinasi lintas wilayah.
Kolaborasi Antarwilayah Diperkuat
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam kegiatan tersebut mendukung upaya kolaboratif ini. Ia menegaskan bahwa masalah banjir tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu kota, melainkan membutuhkan sinergi seluruh daerah yang terhubung secara hidrologis.
“Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Banjir di satu wilayah bisa jadi akibat kiriman dari wilayah lain. Maka sinergi antara Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Provinsi Banten menjadi sangat penting,” ujar Andra.
Pemkot Tangsel sendiri telah mulai melakukan pembenahan fisik seperti pembangunan dan perbaikan turap, namun diakui masih belum cukup tanpa penanganan menyeluruh yang mencakup hulu hingga hilir.
(***)
Artikel Terkait
Tugas Anak Hanya Belajar, Sekolah Gratis SMA/SMK Banten Ringankan Beban Orang Tua
Panglima TNI Raih Penghargaan Pemimpin Visioner di Pimred Award 2025
Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin Terima Penghargaan Pena Emas dari FPRMI
Janjikan Masuk Honorer Tak Terbukti, PNS Kesbangpol Tangsel Terancam Dilaporkan Terima Rp 35 Juta
Bupati Serang Ratu Zakiyah Sampaikan Poin Penting, Pencegahan Tenaga Migran non-Prosedural