Serpong, bidiktangsel.com – Polemik terkait biaya seragam sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Tangerang Selatan kembali mencuat ke publik.
Isu ini menjadi sorotan setelah beredar opini yang menyebut bahwa harga seragam di sejumlah SMP Negeri tergolong tinggi dan memberatkan orang tua siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Drs. Muslih, angkat bicara dalam wawancara eksklusif.
Ia menegaskan bahwa pembelian seragam, khususnya seragam khas sekolah, bersifat opsional dan tidak ada unsur pemaksaan dari pihak sekolah.
“Seragam itu kan kebutuhan anak, tapi tidak ada kewajiban harus membeli di sekolah. Mereka bebas membeli di mana saja. Kalau pun ada yang dijual lewat koperasi sekolah, itu hanya seragam dengan ciri khas sekolah, bukan seragam nasional yang bisa dibeli di pasar,” jelas Muslih, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, pembelian seragam melalui koperasi sekolah hanya ditujukan untuk memudahkan siswa mendapatkan pakaian yang sesuai standar identitas sekolah, bukan sebagai bentuk pungutan tersembunyi.
Baca Juga: “Ngider Sehat” Dinkes Tangsel: Strategi Jemput Bola Perangi TBC di Kawasan Padat Penduduk
“Yang menjual itu koperasi sekolah, bukan sekolah secara langsung. Itu pun tidak wajib. Jika ada siswa yang sudah punya seragam dari kakaknya atau bekas yang masih layak, mereka tidak harus membeli lagi,” tambahnya.
Muslih juga merinci bahwa harga paket seragam khas sekolah yang dijual koperasi mencakup empat setel pakaian dengan total harga Rp885.000.
Paket tersebut terdiri dari baju batik, seragam olahraga, seragam muslim, dan satu jenis pakaian khas lainnya.
Namun, pembelian dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Proyek GSG Beth Shalom Disegel Satpol PP Tangsel: Diduga Jadi Biang Banjir dan Tak Kantongi Izin
“Kalau mereka hanya butuh satu jenis karena lainnya sudah punya, ya beli satu saja. Tidak harus beli semua. Ini sesuai kondisi masing-masing,” tegasnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Tangsel Tegaskan Komitmen Antikorupsi: “Anggaran dari Rakyat Harus Kembali ke Rakyat”
Dinkes Tangsel Gandeng PWI Gelar Cek Kesehatan Gratis, Dorong Kesadaran Masyarakat Lewat Kolaborasi
Pemkot Tangsel dan Baznas Apresiasi Hafidz Al-Qur'an Melalui Beasiswa SKSS: 35 Mahasiswa Terpilih Dapat Dukungan Pendidikan
Akses Menuju SMPN 17 dan SMAN 6 Tangsel Disegel Warga, Protes Jalur Masuk Sekolah Tak Transparan
Akses Jalan ke SMPN 17 dan SMAN 6 Tangsel Dibongkar Paksa: Satpol PP dan Polisi Turun Tangan