Ia mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk segera turun tangan dan melakukan peninjauan serta pembangunan turap permanen.
Menurutnya, jika terus dibiarkan, bukan hanya banjir yang akan mengancam, tetapi juga potensi kerusakan struktural rumah warga.
"Saya minta perhatian dari Wali Kota dan Dinas SDABMBK Kota Tangsel. Ini masalah serius. Informasi banjir sudah ramai di berbagai titik Tangsel, dan warga kami kini dihantui kecemasan setiap turun hujan," ujarnya tegas.
Baca Juga: EDITORIAL: Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi, Saatnya Merealisasikan Janji Sekolah Gratis
Penanganan Mendesak Dibutuhkan
Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur pengendali banjir, khususnya turap penahan aliran sungai, di wilayah rawan seperti Sektor 14,5 Nusa Loka.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharapkan segera melakukan kajian teknis dan realisasi pembangunan turap secara menyeluruh, agar tak menambah deretan titik rawan banjir di kota yang terus berkembang ini.
Warga berharap, selain peninjauan langsung, juga diperlukan transparansi dan komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan masyarakat terkait langkah konkret yang akan diambil.
(***)
Artikel Terkait
Editorial: Menata Arah Pembangunan Provinsi Banten — Sekarang, Esok, dan Nanti
Cuaca Extream: Hujan Lebat Guyur Tangsel, Puluhan Titik Terendam Banjir dan Longsor Terjadi di Puri Pamulang
UPDATE Hari Ini: Hujan Lebat Guyur Tangerang Selatan, 22 Titik Tergenang dan 1 Longsor: Ratusan Warga Mengungsi
Hujan Lebat Sebabkan Genangan di Tangsel, SDABMBK Kota Tangsel Operasikan Pompa untuk Percepat Surut Air
Hujan Deras Guyur Tangsel, SDABMBK Kerahkan Pompa Portable Atasi Banjir di Sejumlah Titik