Membangun Ketahanan Pakan Menuju Ketahanan Pangan: Jalan Terjal Petani dan Solusi Mandiri dari Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 1 Juli 2025 | 20:37 WIB
Dewan Penasehat Dewan Tani Tangsel, Edi Suganda, mengungkapkan realitas pahit yang dihadapi petani dan peternak ikan lele saat ini.
Dewan Penasehat Dewan Tani Tangsel, Edi Suganda, mengungkapkan realitas pahit yang dihadapi petani dan peternak ikan lele saat ini.

Bidiktangsel.com, Pamulang – Ketahanan pangan tidak mungkin tercapai tanpa ketahanan pakan. Dalam sebuah diskusi hangat di Keramat Pulo, Pamulang, Tangerang Selatan, Dewan Penasehat Dewan Tani Tangsel, Edi Suganda, mengungkapkan realitas pahit yang dihadapi petani dan peternak ikan lele saat ini.

Ketersediaan dan harga pakan yang tidak stabil membuat sektor pertanian dan peternakan rawan gagal panen dan kerugian besar.

Baca Juga: Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan H. Usman Ciputat: Strategi Dishub Tangsel Atasi Kemacetan Pagi Hari 

"Petani kita bukan tidak mau berkembang. Tapi mereka dibebani biaya tinggi, terutama untuk pakan. Harga pakan lele sekarang Rp16.500 per kilo, sedangkan harga jual lele ke pasar hanya Rp17.000. Untungnya di mana? Bayar listrik, karyawan, belum lagi kalau moralitas lelenya rendah,” kata Edi saat ditemui dalam dialog Minggu pagi itu.

Pentingnya Ketahanan Pakan

Ketahanan pakan adalah fondasi utama untuk menjaga kesinambungan produktivitas petani dan peternak. Tanpa akses terhadap pakan yang murah dan berkualitas, sulit bagi mereka untuk bersaing di pasar. 

Edi menceritakan pengalamannya memanfaatkan tanaman air seperti Azolla mycrophila alias tanaman paku air atau eceng gondok kecil yang dulu sempat langka dan mahal, kini berhasil ia budidayakan dan bagikan secara gratis kepada kelompok petani lokal.

Baca Juga: 1.021 Unit Kendaraan Pemkot Tangsel Menunggak Pajak, Tunggakan Capai Rp1,13 Miliar: BPK Soroti Lemahnya Tertib Administrasi Daerah

"Saya pernah beli Azolla sampai Rp100 ribu sekilo karena langka. Tapi sekarang, saya bagikan gratis ke petani. Itu solusi agar mereka tidak tergantung pada paket pabrik," ujarnya.

Kemandirian Petani sebagai Kunci

Edi menekankan pentingnya petani terbebas dari “paket pabrik” – istilah yang mengacu pada ketergantungan terhadap input pertanian dari industri besar seperti bibit, pupuk, hingga pakan. 

Petani yang mandiri adalah mereka yang mampu memproduksi sendiri pakan, bibit, dan menjual hasilnya tanpa perantara.

“Keberhasilan petani itu ada dua: pertama, terbebas dari ketergantungan pada paket pabrik, kedua, bisa jual hasil sendiri. Banyak peternak lele sekarang punya ikan, tapi nggak bisa jual karena semua sudah dikuasai komunitas tertentu,” lanjutnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X