Baca Juga: Tragedi di Apartemen: Seorang Pria Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Sejak mulai dijalankan, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 22.221 siswa dari sekitar 25 sekolah di wilayah Tangerang Selatan.
Data ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap layanan makanan sehat dan bergizi, khususnya bagi peserta didik usia sekolah dasar dan menengah.
Pemkot berharap, dengan hadirnya SPPG di berbagai kecamatan, cakupan layanan bisa diperluas tidak hanya secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitas—baik dari sisi kandungan gizi, standar kebersihan, hingga distribusi yang efisien.
Baca Juga: Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci
Program MBG bukan semata penyediaan makanan, tetapi bagian dari strategi besar peningkatan ketahanan gizi anak di perkotaan.
Pilar menyebut bahwa sinergi antar-organisasi perangkat daerah, lembaga riset, serta partisipasi publik menjadi kunci sukses program ini.
"Kami mengajak semua pihak untuk gotong royong, dari pengadaan bahan pangan lokal, pelibatan UMKM kuliner sehat, hingga pemanfaatan teknologi dalam manajemen distribusi makanan," tutupnya.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025
Dengan komitmen kuat dan langkah konkret ini, Tangerang Selatan menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan. (***)
Artikel Terkait
Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi
Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat
Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat
Pemkot Tangsel Tegaskan Komitmen Lindungi Korban Kekerasan Seksual, Pilar Saga Kunjungi Siswi Korban Pelecehan
Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025