Diskusi dan Bedah Buku Menghadang KUBILAI KHAN di Tangsel: Menelaah Sejarah untuk Masa Depan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 20 Desember 2024 | 09:04 WIB
Diskusi ilmiah sekaligus bedah buku berjudul
Diskusi ilmiah sekaligus bedah buku berjudul

Serpong, bidiktangsel.com – Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Tangerang Selatan di Ciater menjadi saksi diskusi ilmiah sekaligus bedah buku berjudul Menghadang KUBILAI KHAN karya Aji Susmana. 

Acara yang berlangsung pada Kamis ini menghadirkan para pemikir sejarah dan budayawan, termasuk Agam Pamungkas, seorang sejarawan dari komunitas Historia Tangsel.

Baca Juga: Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo: TVRI Tetap Konsisten Menjadi Media Pemersatu Bangsa

Dalam pemaparannya, Agam Pamungkas menekankan bahwa buku ini mengandung banyak pelajaran sejarah yang relevan dengan kondisi modern. 

"Buku ini mengajarkan bahwa kehancuran suatu negara tidak hanya datang dari ancaman luar, tetapi juga intrik di dalamnya. Selain itu, keagungan sebuah wilayah sangat dipengaruhi oleh peran ilmu pengetahuan dan nilai spiritualisme," ungkap Agam.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada buku ini yang berhasil menggambarkan perjuangan antara pasukan Kubilai Khan dan pasukan Singosari, serta intrik politik yang terjadi di balik layar. 

Baca Juga: Mashudi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PWI Banten 2024–2029, Hari Kibo Mundur dari Pencalonan

"Kublai Khan adalah simbol kekuatan besar yang mengancam Nusantara, tetapi juga memberi pelajaran tentang pentingnya persatuan dan strategi dalam menghadapi tantangan global," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, turut hadir dan memberikan pandangan mendalam. Meski belum selesai membaca buku tersebut, ia menekankan relevansi isi buku dengan situasi dunia saat ini. 

"Ekspansi kerajaan luar yang masuk ke Nusantara di abad ke-13 memiliki kemiripan dengan masuknya kekuatan ekonomi global ke Indonesia saat ini. Buku ini mengajarkan kita untuk memahami sejarah agar dapat menghadapi tantangan serupa di era modern," ujar Yudi.

Baca Juga: Uji Coba Program Makan Siang Bergizi Gratis di UPTD SMPN 19 Tangsel: Langkah Menuju Generasi Sehat

Ia juga mengajak mahasiswa yang hadir, khususnya dari jurusan Ilmu Komunikasi dan Sastra, untuk menggali manfaat dari buku ini. 

"Ilmu komunikasi berperan penting dalam memahami dan menyampaikan pesan-pesan sejarah kepada masyarakat luas. Hal ini penting agar kita tidak hanya menjadi penonton dalam narasi global, tetapi juga mampu mengambil peran aktif," imbuhnya.

Acara ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga tokoh masyarakat. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X