Selain permintaan maaf dari Ida, Kepala Sekolah SMAN 2 Tangerang Selatan Abdul Yazid juga berjanji untuk memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Kami akan melakukan evaluasi internal dan memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan mental siswa dan guru yang bersangkutan," ujar kepala sekolah.
Baca Juga: Waspadai Penyebaran Mpox di Kota Tangerang: Cara Penularan dan Tips Pencegahannya
Masyarakat berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, untuk senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk memperkuat regulasi terkait tindakan kekerasan di sekolah, serta memberikan pelatihan bagi para guru untuk menjaga ketenangan dan profesionalisme dalam menghadapi situasi di kelas. (***)
Artikel Terkait
Pemkab Tangerang Bekali PPPK Kesehatan dengan Pelatihan Intensif
Bazar Murah Meriah di Tigaraksa, Ringankan Beban Warga Tangerang
Sekda Kota Tangerang Tekankan Pentingnya Verifikasi RKA untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pj Wali Kota Tangerang Tinjau Langsung Kesiapsiagaan Damkar Ciledug
Pj Wali Kota Tangerang Tinjau Langsung Kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah