Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 11 Mei 2025 | 18:09 WIB

Bidiktangsel.com - Bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia, impian untuk menunaikan ibadah haji bukanlah sekadar angan spiritual, melainkan perjuangan panjang yang kerap dibayar dengan air mata, ketekunan, dan pengorbanan.

Kisah inspiratif ini datang dari pasangan sederhana asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah: Sumarno Dirjo Romentu (54) dan istrinya, Sukarti (52), penjual pentol bakso keliling yang akhirnya berangkat haji setelah menabung selama 27 tahun.

Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025

Pada 17 Mei 2025 mendatang, keduanya akan bertolak ke Tanah Suci dalam kelompok terbang (kloter) 55, bergabung dengan ribuan jemaah lainnya dalam gelombang kedua pemberangkatan Haji Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Sumarno mengisahkan awal perjalanan mereka dimulai dari tahun 1998. Kala itu, ia menjajakan bakso pentol keliling dengan sepeda motor, sementara istrinya berjualan menggunakan sepeda ontel ke desa-desa di sekitar Rembang. Jumlah yang dijual pun tak seberapa—sekitar 20 hingga 25 pentol per hari.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Tegaskan Komitmen Lindungi Korban Kekerasan Seksual, Pilar Saga Kunjungi Siswi Korban Pelecehan

Namun, dari jumlah kecil itu, mereka tak pernah alpa menyisihkan sebagian keuntungan demi satu tujuan besar: berangkat haji.

“Inspirasi awal saya jualan pentol datang dari seorang penjual mi rebus asal Blora pada tahun 1997. Dia bilang mi rebus lebih enak kalau ditambah pentol bakso. Lalu dia ajari saya cara membuatnya,” kenang Sumarno.

Bagi pasangan ini, usaha kecil bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Setiap pentol yang terjual, mereka niatkan sebagai bekal menuju Tanah Suci.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat

Bukan hanya karena tekad duniawi, Sumarno juga mengaku pernah mendapat isyarat melalui mimpi.

Dalam mimpinya, ia berada di makam Rasulullah, namun ditolak oleh penjaga karena “belum saatnya.”

“Mimpi itu membuat hati saya terguncang. Sejak itu, saya dan istri sepakat mendaftar haji pada tahun 2012. Meski lama menunggu, kami yakin rezeki Allah pasti datang di waktu yang tepat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X