Saat yang Lain Tiarap Terdampak Pandemi Covid-19, UKM di Tangsel ini Justeru Kebanjiran Order

photo author
astrititi, Bidik Tangsel
- Jumat, 30 Oktober 2020 | 22:31 WIB

Serpong, bidiktangsel.com-Pandemi Covid-19 telah melahirkan kebiasaan baru di masyarakat. Tidak hanya bekerja dan belajar dari rumah, masyarakat pun kini mulai terbiasa untuk berbelanja secara daring, untuk menghindari keramaian. Tak heran, jika saat ini konsep penjualan makanan beku atau frozen food mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Frozen Food Bebek Box Mas Yogi produksi SanRah Food adalah salah satu olahan kuliner beku yang beromzet dua kali lipat di masa pandemi ini. “Alhamdulillah omzet naik pesat. Yang biasanya perbulan berkisar dari 60-70 juta, di pandemi ini menjadi 175 juta, “tutur Hajah Lina S. Rahmania, owner SanRah Food Tangerang Selatan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Selain Bebek Box Mas Yogi, produksi aneka sambal Hj. Lina pun patut diacungi jempol. Sebab, tidak hanya sukses memasarkan sambal di dalam negeri, Sambal buatan Hj. Lina juga sudah bisa dibeli di Malaysia dan Singapura melalui aplikasi Shoppe. Bahkan untuk penjualan Sambal Hj. Lina di Malaysia menempati ranking teratas.

“Kalau untuk penjualan di Shoppe Malaysia, kebetulan baru sambal. Sambal Hj. Lina bisa masuk ke Shoppe Malaysia dan Singapura melalui jaringan Indonesia Mall yang digagas oleh BRI,” ungkap Hj. Lina.

Tahun 2015, Hj. Lina yang karyawan sebuah Perusahaan Farmasi Nasional, nekad berhenti dan mencoba berwirausaha. “Buka warung bebek goreng di Jalan Raya serpong, Alhamdulillah banyak yang suka, terutama sambalnya. Malah ada yang suka beli sambalnya aja, akhirnya saya buat sambal kemasan botol untuk dijual,” kenang Hj. Lina.

Memiliki background di bidang farmasi, tidak menyurutkan niat Hj. Lina untuk berwirausaha kuliner. Dengan modal resep warisan orang tua, Hj. Lina berhasil membuat banyak pemburu kuliner jatuh cinta. Meski sempat mengalami pasang surut Hj. Lina yang banyak mendapat dukungan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi Pemkot Tangerang Selatan, hingga kini masih bisa tetap exist bahkan semakin melejit.

“Saya pikir usaha kuliner tidak akan pernah ada habisnya, karena akan selalu dicari orang. Alhamdulillah mendapat dukungan dari pemkot Tangsel terkait masalah ijin produksi, label, sertifikasi halal dan kemasan. Dukungan peralatan pun saya dapatkan dari Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangsel,” papar Hj. Lina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: astrititi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Cara Mudah Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Awet

Rabu, 3 September 2025 | 09:58 WIB
X