Australia & New Zealand memerlukan daun Talas Beneng kering sekitar 340 ton per bulan. India dan Turki memerlukan umbi gaplek Talas Beneng 100 ton per bulan. Belanda dan Korsel memerlukan umbi gaplek 385 ton per bulan, Malaysia memerlukan tepung Talas Beneng 50 ton per bulan.
Permintaan pasar export yang begitu besar dan menggiurkan belum sepenuhnya dapat terakomodir. Masih diperlukan strategi pengembangan khusus dan revolusi tanam agar hasil panen lebih meningkat.
Ardi Maulana dan teamnya menjalin kerjasama untuk menyediakan bibit Talas Beneng dan Diklat Budi daya Talas beneng bagi para petani di daerah Lampung, Palembang, Medan serta daerah-daerah lainnya.
Ardi Maulana berharap dalam periode pemerintahan RI Presiden Joko Wi dan Gubernur Wahid Halim di Pandeglang Banten dapat berdiri pabrik tepung dan tembakau talas beneng dan varian produk turunan dari Talas Beneng.
Agar petani lebih giat dan bersemangat untuk menanam Talas Beneng sebagai tanaman utama maupun tumpang sari, serta lebih meningkat perekonomiannya.
Semoga para pemuda milenial di Pandeglang Banten khususnya dan Indonesia umumnya lebih mencintai pertanian, menghijaukan bumi, mengembangkan Budi daya " Talas Beneng " sebagai produk unggulan. Masyarakat dapat lebih memanfaatkan lahan tidur untuk Budi daya produktif tersebut karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
Budi daya Talas Beneng jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan dapat lebih meningkat hasil panennya.
Dan akan berdampak pada terbukanya peluang kerja untuk ibu-ibu, lansia, disabilitas maupun masyarakat yang terkena imbas PHK akibat Pandemi.