Serang, bidiktangsel.com - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), jelang Perayaan Ibadah Natal 2020 dan Pergantian Tahun Baru 2021, menghimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan dan melaksanakan protokol kesehatan. Himbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 180/2407 - Huk/2020 yang ditandangi pada Senin, 21 Desember 2020.
Untuk Ibadah Perayaan Natal, Gubernur menghimbau agar menerapkan protokol kesehatan dan mengacu pada anjuran Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) dan Keuskupan setempat.
Gubernur juga tidak memberikan izin kegiatan untuk perayaan pergantian tahun baru 2020 - 2021 yang selain berpotensi menimbulkan kerumunan juga dalam rangka meminimalisir pelanggaran protokol kesehatan dalam masa pandemik ini. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak pergi pada liburan akhir tahun untuk mencegah terjadinya klaster liburan yang sebelumnya pernah terjadi saat liburan panjang beberapa waktu yang lalu.
Untuk kegiatan operasional usaha restoran, usaha pariwisata, dan usaha jasa lainnya yang dinyatakan boleh melaksanakan kegiatan di masa PSBB ini Gubernur meminta agar tetap memperhatikan dan secara ketat menerapkan protokol kesehatan.
Gubernur Banten juga mengajak dan menghimbau Pemerintah Kabupaten/Kota bersama TNI dan Polri yang tergabung dalam tim Satgas Penanganan Covid-19 untuk melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan serta menindak tegas pelanggarnya.
Di Hari yang sama (Senin, 21/12) Gubernur Banten juga memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Banten, perpanjangan tahap ke-empat hingga 18 Januari 2021 yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor: 443/Kep.290 - Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Keempat Pembatasan Sosial
Berskala Besar Di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan keberadaan Provinsi Banten masuk Zona Orange, namun demikian sesuai dengan arahan dari Gubernur Banten nasyarakat tetap harus waspada meski hinggan pada Senin, (21/12) seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten sudah masuk Zona Orange.
Hal ini perlu disampaikan mengingat angka skor zona risiko masih pada angka 1,9 - 2,2 dengan tingkat penularan sebesar 5,15%. Angka skor itu dapat diartikan bahwa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten masih sangat dekat ke zona risiko penularan tinggi (Zona Merah : 0 - 1,8).