banten-raya

Buyer Qatar dan UEA Lirik Briket Batok Kelapa Mazcoco, Kadin Tangsel Buka Peluang Ekspor di IIES 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:48 WIB
Salah satu yang mencuri perhatian dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut adalah produk briket batok kelapa ekspor

Tangerang, bidiktangsel.com – Penutupan Indonesia International Education and Training Expo Summit (IIES) 2026 dan Indonesia Modern Trade Expo (INDOMAEX) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, menjadi momentum penting bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan pasar global. 

Salah satu yang mencuri perhatian dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut adalah produk briket batok kelapa ekspor merek Mazcoco milik PT ERB Global Sentosa, binaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan.

Keikutsertaan PT ERB Global Sentosa dalam ajang internasional tersebut mendapat respons positif dari pengunjung maupun peserta pameran, khususnya pelaku usaha yang memiliki jaringan bisnis di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Festival Piala Presiden U-10 dan U-12 Bergulir di Stadion Benteng Reborn, 68 Tim Sepak Bola Usia Dini Se-Banten Berebut Tiket Nasional

Direktur PT ERB Global Sentosa sekaligus Ketua Komite Tetap Hubungan Luar Negeri Kadin Kota Tangerang Selatan, Aldo S. Wibowo, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang ditunjukkan para calon mitra terhadap produk briket batok kelapa berkualitas ekspor yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, produk yang kami tampilkan mendapat perhatian yang sangat baik. Tingkat ketertarikan pengunjung cukup tinggi, bahkan sebagian besar prospek yang datang berasal dari pelaku usaha yang memiliki bisnis di kawasan Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Dubai,” ujar Aldo kepada awak media di sela penutupan pameran.

Menurutnya, minat pasar internasional terhadap produk charcoal atau briket arang batok kelapa terus meningkat seiring tingginya kebutuhan sektor kuliner, restoran, hingga industri shisha di berbagai negara.

Meski demikian, Aldo menjelaskan bahwa dalam bisnis ekspor, proses transaksi tidak dapat dilakukan secara instan sebagaimana penjualan ritel pada umumnya. 

Baca Juga: Keresahan Warga Tangerang Selatan Soal Biaya Pemakaman: Memahami Retribusi, Regulasi, dan Semangat Pelayanan Publik

Tahapan verifikasi dan penjajakan kerja sama menjadi faktor penting sebelum kesepakatan kontrak dapat direalisasikan.

“Untuk ekspor tidak langsung berjualan begitu saja. Calon pembeli biasanya akan melakukan pertemuan lanjutan, termasuk kunjungan ke pabrik untuk melihat kapasitas produksi, kualitas produk, kemampuan memenuhi permintaan, hingga minimum order quantity (MOQ). Semua aspek tersebut harus dipastikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap negosiasi harga,” jelasnya.

Aldo menambahkan, sebagian besar calon mitra yang datang ke stan PT ERB Global Sentosa awalnya ingin memastikan status perusahaan sebagai produsen langsung atau sekadar trader.

“Mereka ingin memastikan apakah kami benar-benar manufaktur atau hanya trader. Kami menjelaskan bahwa PT ERB Global Sentosa adalah pabrik dan produsen langsung. Setelah mengetahui hal tersebut, mereka meminta dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas potensi kerja sama lebih serius,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Penusukan Ibu Yani di Pondok Pucung Dipastikan Tidak Alami Gangguan Jiwa, Proses Hukum Berlanjut

Halaman:

Tags

Terkini