Tangerang, bidiktangsel.com – Penutupan Indonesia International Education and Training Expo Summit (IIES) 2026 dan Indonesia Modern Trade Expo (INDOMAEX) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, menjadi momentum penting bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan pasar global.
Salah satu yang mencuri perhatian dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut adalah produk briket batok kelapa ekspor merek Mazcoco milik PT ERB Global Sentosa, binaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan.
Keikutsertaan PT ERB Global Sentosa dalam ajang internasional tersebut mendapat respons positif dari pengunjung maupun peserta pameran, khususnya pelaku usaha yang memiliki jaringan bisnis di kawasan Timur Tengah.
Direktur PT ERB Global Sentosa sekaligus Ketua Komite Tetap Hubungan Luar Negeri Kadin Kota Tangerang Selatan, Aldo S. Wibowo, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang ditunjukkan para calon mitra terhadap produk briket batok kelapa berkualitas ekspor yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, produk yang kami tampilkan mendapat perhatian yang sangat baik. Tingkat ketertarikan pengunjung cukup tinggi, bahkan sebagian besar prospek yang datang berasal dari pelaku usaha yang memiliki bisnis di kawasan Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Dubai,” ujar Aldo kepada awak media di sela penutupan pameran.
Menurutnya, minat pasar internasional terhadap produk charcoal atau briket arang batok kelapa terus meningkat seiring tingginya kebutuhan sektor kuliner, restoran, hingga industri shisha di berbagai negara.
Meski demikian, Aldo menjelaskan bahwa dalam bisnis ekspor, proses transaksi tidak dapat dilakukan secara instan sebagaimana penjualan ritel pada umumnya.
Tahapan verifikasi dan penjajakan kerja sama menjadi faktor penting sebelum kesepakatan kontrak dapat direalisasikan.
“Untuk ekspor tidak langsung berjualan begitu saja. Calon pembeli biasanya akan melakukan pertemuan lanjutan, termasuk kunjungan ke pabrik untuk melihat kapasitas produksi, kualitas produk, kemampuan memenuhi permintaan, hingga minimum order quantity (MOQ). Semua aspek tersebut harus dipastikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap negosiasi harga,” jelasnya.
Aldo menambahkan, sebagian besar calon mitra yang datang ke stan PT ERB Global Sentosa awalnya ingin memastikan status perusahaan sebagai produsen langsung atau sekadar trader.
“Mereka ingin memastikan apakah kami benar-benar manufaktur atau hanya trader. Kami menjelaskan bahwa PT ERB Global Sentosa adalah pabrik dan produsen langsung. Setelah mengetahui hal tersebut, mereka meminta dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas potensi kerja sama lebih serius,” katanya.