Baca Juga: PWI Tangsel Kubu Edy Riyadi Minta Ongkos ke Surakarta, PWI Pusat Tegur Keras
SeafoodSource melaporkan penahanan massal impor udang Indonesia di pelabuhan Houston dan Los Angeles, sementara South China Morning Post (SCMP) menyebut Indonesia tengah “berlomba mengendalikan dampak” agar tidak merembet ke komoditas ekspor lain.
Desakan Transparansi dan Tindakan Tegas
Koordinator Penerus Banten, Egi Hendrawan, menilai pemerintah tak bisa lagi menutup mata.
“Ketika FDA menemukan 68 Bq/kg Cs-137 dalam udang Indonesia, itu bukan sekadar masalah teknis. Pasar global sudah bertindak. Penolakan dari luar negeri bisa memicu efek domino audit, pembatasan, bahkan embargo. Ribuan nelayan dan UMKM akan jadi korban,” tegas Egi.
Baca Juga: DCKTR Rampung Bangun Kantor Kelurahan Sawah Baru Ciputat
Ia mendesak pemerintah segera mengambil lima langkah strategis:
- Publikasi data pengukuran Cs-137 secara transparan.
- Audit rantai pasok ekspor sejak pertengahan 2025.
- Penindakan hukum tegas terhadap perusahaan lalai.
- Kompensasi bagi UMKM dan nelayan terdampak.
- Pelibatan auditor independen internasional untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Ancaman Skandal Nasional dan Global
Kawasan Modern Cikande yang beroperasi sejak 1991 dengan ratusan tenant industri kini menjadi sorotan dunia.
Baca Juga: Walikota Tangsel Berlindung di Balik LHP BPK, Padahal Audit Hanya Sampling
Kasus Cs-137 Cikande membuktikan lemahnya pengawasan limbah industri berbahaya di Indonesia.
Jika pemerintah gagal bertindak tegas dan transparan, bukan hanya ekspor nasional yang runtuh, tetapi juga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri terbesar di Banten ikut terancam.
(***)