Baca Juga: Mengungkap Skema Mafia Properti Senilai $85 Juta di Indonesia
Rizky menambahkan bahwa dengan jumlah 580 anggota DPR RI yang tersebar di seluruh Indonesia, perlu ada sinergi kuat antara DPR, asuransi, dan rumah sakit penyedia layanan agar perlindungan kesehatan berjalan maksimal.
Pemprov Banten Fokus pada Prioritas Layanan Kesehatan
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti, memaparkan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan.
Salah satunya adalah peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penanggulangan TBC dengan skala pemeriksaan masif, serta pelaksanaan cek kesehatan gratis yang menempatkan Banten pada peringkat keempat nasional.
Baca Juga: Merawat Iklim Dunia Usaha di Banten: Antara Harapan Investor dan Peran Pemerintah Daerah
“Angka stunting di Banten masih pada 21 persen, dan ini menjadi tantangan utama kami. Kami juga sedang mempersiapkan peresmian RSUD Cilograng dan RSUD Labuan dalam waktu dekat,” kata Ati.
Ia juga menjelaskan tentang inovasi mobile klinik untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki topografi sulit, sebagai wujud komitmen pemerataan akses layanan kesehatan.
RSUD Banten Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama
Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan pula bahwa RSUD Banten kini berstatus sebagai rumah sakit tipe B, dan telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Banten.
Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan dan infrastruktur kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
Anggota BURT DPR RI, Atalia Praratya, turut memberikan apresiasi terhadap sistem informasi digital RSUD Banten yang dinilai aktif dan transparan.
“Website RSUD Banten sangat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi layanan kesehatan secara cepat dan akurat,” ucap Atalia.
Kunjungan BURT DPR RI ke Provinsi Banten menjadi bukti nyata adanya komitmen bersama dalam membangun sistem layanan kesehatan yang inklusif, baik untuk anggota parlemen maupun masyarakat umum.