Tantangan Literasi di Kabupaten Serang
Kepala DPKD Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengakui bahwa tingkat literasi di wilayahnya masih dalam kategori sedang. Namun, ada progres positif.
“Minat baca masyarakat meningkat dari di bawah 60 persen pada 2023 menjadi 68,79 persen pada 2024. Tapi sayangnya, masih banyak yang mengakses bacaan dari luar DPKD,” paparnya.
Aber juga menyampaikan bahwa keterbatasan infrastruktur perpustakaan menjadi tantangan utama.
Baca Juga: TMMD Ke-124 Kodim 0602/Serang Diharap Jadi Penguat Integrasi dan Akselerasi Pembangunan Daerah
“Bangunan perpustakaan belum sepenuhnya mendukung. Tapi tahun ini kami mulai pembangunan, agar tahun depan bisa maksimal melayani masyarakat,” ungkapnya optimistis.
Program Replikasi dan Inovasi Lokal
Menanggapi antusiasme dan dampak positif DBMS, DPKD Kabupaten Serang berencana melakukan replikasi program secara berkala di berbagai sekolah.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Andi Suriati, menyampaikan gagasan untuk melibatkan tokoh lokal seperti Bupati Serang dalam kegiatan serupa.
“Kami ingin mengangkat program ini secara konsisten setiap tahun, agar budaya membaca benar-benar tumbuh di kalangan anak-anak,” katanya.
Membangun Budaya Literasi: Tanggung Jawab Jangka Panjang
Program Duta Baca Masuk Sekolah adalah bagian dari ekosistem besar dalam pengembangan literasi nasional.
Literasi bukan sekadar kampanye sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi berpengetahuan dan siap bersaing secara global.