Baca Juga: Preman Ormas Diduga Lakukan Pemalakan di Pamulang, Acara Marching Band TK Berujung Ricuh
Proses transformasi melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan TNI/Polri dalam peningkatan produksi Pajale.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untirta Agus Sjafari mengatakan, pembangunan pertanian di Provinsi Banten saat ini mengalami permasalahan komplek.
Agus merinci, permasalahan pertama di Banten adalah berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi. Selanjutnya, mengalami perubahan struktur petani, dimana jumlah petani terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Siap Kawal Program MBG dengan Optimal
Masalah lainnya adalah ketergantungan pada komoditas pertanian tertentu, kurangnya penguasaan petani terhadap teknologi pertanian, kurangnya akses terhadap permodalan dan pasar.
Serta sudah berkurangnya kuaitas lahan pertanian untuk peningkatan produktivitas pertanian.
Agus berharap, keberadaan buku Transformasi Pertanian di Banten menjadikan semakin meluasnya wacana pengembangan pembangunan pertanian di Banten.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Siap Kawal Program MBG dengan Optimal
Selain itu, kehadiran buku tersebut menjadi input atau masukan dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian.
Agus juga menyatakan, Untirta siap berkolaborasi membangun pertanian.
"Bahkan, saat ini mahasiswa dan alumni sudah bersinergi dengan Pemprov Banten serta TNI/Polri," katanya. (***)