Baca Juga: Mengenal Olahraga Rekreasi Masyarakat: Menjaga Kebugaran dan Melestarikan Budaya
Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat Air Quality Index (AQI) di Tangerang bervariasi sepanjang hari, terutama di daerah padat lalu lintas.
Partikel polutan seperti PM2.5 dan PM10 dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan dan jantung, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit jantung.
Sri Sutaryati (69), warga Kecamatan Pinang, yang rutin mengikuti senam jantung sehat, mengungkapkan manfaat dari kegiatan ini.
Baca Juga: Sejarah Kuliner Laksa di Kota Tangerang: Perpaduan Budaya yang Melegenda
“Saya bisa sampai usia 69 tahun dalam kondisi sehat karena rutin mengikuti senam kesehatan jantung ini. Selain olahraga, saya juga selalu memperhatikan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Sri berharap lebih banyak masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini serta semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk menjaga kebersihan udara.
Upaya kolaboratif seperti penghijauan kota dan pengurangan emisi kendaraan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas udara demi kesehatan masyarakat.
Baca Juga: DKPP Kabupaten Serang Publikasikan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2024
Dengan semangat Gebyar Tangerang Bersama, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan kualitas udara demi kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. (***)