Zovi juga menambahkan bahwa acara ini tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan potensi peternakan unggas hias Indonesia.
“Ayam ketawa merupakan warisan yang harus kita jaga. Suaranya yang unik adalah aset budaya yang layak mendapat perhatian lebih.”
Kontes Ayam Ketawa menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa pelestarian fauna lokal tak hanya menjadi tanggung jawab komunitas pecinta hewan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.
Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Imbau Masyarakat Waspadai Perubahan Cuaca Fluktuatif
Dengan antusiasme yang besar, diharapkan acara serupa dapat terus digelar, membuka jalan bagi pelestarian ayam ketawa dan meningkatkan potensi ekonomi peternakan unggas hias di Indonesia. (***)