Selain memberikan manfaat agronomis, inovasi PGPR akar bambu ini juga berdampak positif terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tangerang.
Dengan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan pestisida, PGPR menjadi solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam praktik pertanian.
Produk PGPR ini kemudian didistribusikan kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani setempat, serta diperkenalkan lebih luas melalui komunitas penyuluh swadaya.
Baca Juga: PPP Tangsel Resmi Dukung Benyamin Davnie Pilar Saga Ichsan di Pilkada 2024
Secara keseluruhan, inovasi PGPR dari akar bambu di Kabupaten Tangerang tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui teknologi ramah lingkungan ini, Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang. (***)