Serang, bidiktangsel.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melaksanakan penanaman seribu pohon di beberapa wilayah kecamatan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke 52. Kegiatan simbolis ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna, di Kampung Sadanta, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Nanang Supriatna menyampaikan pesan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengenai pentingnya menjaga perubahan iklim dan menanggulangi kerusakan alam di wilayah Serang.
"Kita harus menangani limbah dan polusi yang menjadi masalah global," ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Launching PPDB 2024, Pemprov Banten Tingkatkan Layanan Pendidikan
Nanang menjelaskan bahwa peringatan tahun ini difokuskan pada pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan ketahanan terhadap kekeringan. Ia juga menyoroti pentingnya inisiatif global dalam pemulihan lahan yang diadopsi oleh Presidensi G20, mengingat dunia menghadapi tiga krisis utama: perubahan iklim, kerusakan alam dan kehilangan biodiversitas, serta polusi dan limbah.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perusahaan, dan LSM penggiat lingkungan yang berkomitmen untuk pemulihan lingkungan.
"Penanganan sampah menjadi fokus utama, dimulai dari rumah tangga, mengingat Kabupaten Serang dalam kondisi darurat sampah," tambah Nanang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Prauri, menyatakan bahwa peringatan tahun ini melibatkan penanaman seribu pohon produktif, dengan 700 bibit tersebar di beberapa kecamatan dan 310 pohon dari APBD Kabupaten Serang di Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal. Selain itu, dilakukan penanaman 5000 pohon mangrove di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, bekerja sama dengan PT LBE dan PT Indonesia Power.
Baca Juga: Forum Alumni Untirta Sowan ke Rektor, Prof. Fatah Sulaiman Siap Fasilitasi Mubes IKA
Jenis pohon yang ditanam meliputi durian, rambutan, jambu, sawo, dan lainnya, sesuai permintaan masyarakat. Wilayah penanaman difokuskan di tiga kecamatan: Padarincang, Kragilan, dan Cikande.
"Kecamatan Padarincang memiliki lahan kritis, sementara Kragilan dan Cikande meskipun bukan lahan kritis, sudah banyak disemen. Kami mengimbau perusahaan untuk menyediakan 20 persen lahan hijau sesuai aturan," jelas Prauri.
Nanang Supriatna berharap pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. (***)