Serang, bidiktangsel.com — Sebanyak 63.847 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Serang menerima bantuan pangan beras dari pemerintah.
Program ini merupakan bagian dari alokasi bantuan pangan nasional yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk bulan Juni dan Juli 2025, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Gugat Koperasi, Nasabah Kaget Bunga 36%, KSP Sada Indo Utama Digugat ke Pengadilan, Tapi Ditolak!
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap mulai 19 hingga 31 Juli 2025 melalui kantor desa di seluruh kecamatan. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras, dengan total volume bantuan mencapai 1.276.940 kilogram.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Mumun Munawaroh, mengatakan jumlah KPM penerima bantuan pangan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun 2024 lalu jumlah penerimanya mencapai 85.434 KPM, namun tahun ini turun menjadi 63.847 KPM,” ujar Mumun saat meninjau penyaluran bantuan di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, pada Rabu (30/07/2025).
Baca Juga: Tanggapi Isu Makanan MBG Diduga Basi, Pemkot Tangsel Tegaskan Prosedur Aman dan Program Tetap Jalan
Penurunan jumlah penerima ini, lanjut Mumun, bukan tanpa sebab.
Pemerintah tahun ini menggunakan basis data terbaru yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial (Kemensos), menggantikan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang digunakan pada 2024.
Sebelum distribusi dimulai, DKPP Kabupaten Serang bersama Dinas Sosial dan perwakilan kecamatan telah mengikuti sosialisasi bantuan pangan yang digelar Bapanas di Kota Serang pada 4 Juli 2025.
Tak hanya itu, proses uji kualitas dan kuantitas beras pun dilakukan di Gudang Bulog Umbul Tengah, Taktakan, pada 12 Juli 2025.
“Kami pastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas dan berat. Penyalurannya pun kami awasi agar tepat sasaran,” kata Mumun.
Penyaluran bantuan pangan ini secara simbolis dilakukan pada Senin, 21 Juli 2025, di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, bertepatan dengan acara peluncuran Koperasi Merah Putih.
Artikel Terkait
Misteri Drum Maut di Sungai Cisadane: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk
Jum’at Berkah, BMM Bagikan Ribuan Paket Makanan Untuk Dhuafa
Kajati Banten Lantik Pejabat Baru, Tekankan Integritas & Penegakan Hukum Bermartabat
Mafia Migas Cengkeram Pertamina Sejak 1965: Dari Ibnu Sutowo ke Riza Chalid, Negeri Ini Masih Tak Berdaya
SMAN 2 Tangsel Klarifikasi Soal Dugaan Jalur Khusus: Bantah Tambahan Rombel, Tapi Tidak Bisa Buktikan