LEBAK, BANTEN – Di tengah ancaman bencana alam yang menghantui wilayah selatan Banten, hadir secercah harapan dari sebuah komunitas yang mengedepankan solusi berbasis literasi dan pendidikan dini.
Rumah MARIMBA 3, hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara, resmi dibuka pada 21 Mei 2025 di Kampung Cipurun, Lebak Selatan.
Inisiatif ini bukan sekadar program pendidikan, tetapi ruang aman yang menumbuhkan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana sejak usia dini.
Baca Juga: STASA Gallery Resmi Dibuka di Ciater Serpong: Dedikasi untuk Kemajuan Seni Rupa Indonesia
Rumah MARIMBA: Menyatukan Literasi, Komunitas, dan Keselamatan Anak
Rumah MARIMBA — singkatan dari Mari Membaca dan Bersiap Siaga — bukan ruang belajar biasa. Dirancang sebagai tempat literasi berbasis komunitas, Rumah MARIMBA mengintegrasikan buku interaktif, permainan edukatif, video musik, hingga aktivitas kolaboratif untuk mengajarkan mitigasi bencana dengan cara menyenangkan.
“Rumah MARIMBA sangat dibutuhkan, terutama sebagai media untuk mengalihkan anak dari kecanduan gawai. Sebelum sekolah dimulai, anak-anak bisa mampir dulu ke sini untuk membaca dan belajar,” ujar Deni Apriatna, Ketua Relawan DESTANA Situregen.
Kreativitas sebagai Kunci Edukasi Mitigasi
Workshop pembukaan Rumah MARIMBA 3 diwarnai peluncuran beberapa media edukatif, antara lain:
- Buku Foto “Menjaga Masa Depan Cipurun” Dokumentasi visual ini mengisahkan kehidupan masyarakat Kampung Cipurun dan perjalanan MARIMBA dari generasi pertama hingga ketiga.
- Buku Aktivitas “Mengenal Bencana Alam Sejak Dini” Buku bergambar yang menyajikan informasi tentang gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor serta cara menghadapinya.
- Board Game “Siaga Kata” Permainan kartu berbasis literasi untuk meningkatkan pemahaman anak tentang kebencanaan secara kolaboratif.
- Video Musik “Sang Ombak Raksasa” Edukasi tsunami melalui lagu dan gerakan, memperkenalkan skema evakuasi 20-20-20 (20 detik gempa, 20 menit evakuasi, 20 meter ketinggian).
Semua materi ini tak hanya diluncurkan saat workshop, tapi juga ditinggalkan di Rumah MARIMBA 3 agar dapat diakses anak-anak secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Jadi Korban Penipuan, Seorang Warga Bawa Pelaku Ke Polsek Pamulang, Pihak Kepolisian Diduga Menyuruh Pulang Pelaku
Dua Pendemo Mengaku Mahasiswa Unpam Dituding Intimidasi Wartawan Saat Aksi di Tangsel
Peningkatan Jumlah Hewan Kurban di Al-Azhar BSD: Edukasi Nilai Qurban Sejak Dini Lewat Tabungan Siswa
Guru Besar UIN Jakarta Ajak Bangun Tangsel dengan Semangat Kurban
Wawancara Lima Calon Sekda Provinsi Banten Rampung, Tahap Pleno Segera Dimulai