Lebak – Tradisi leluhur kembali menyapa peradaban modern dalam balutan penuh makna saat Seba Baduy 2025 digelar di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat, 2 Mei 2025.
Sebanyak 1.769 warga masyarakat Baduy, baik dari komunitas Baduy Dalam maupun Baduy Luar, melakukan perjalanan spiritual dan budaya ke pusat pemerintahan sebagai bentuk penghormatan kepada negara dan pengingat untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Kehadiran masyarakat adat yang teguh menjaga nilai-nilai tradisional ini disambut langsung oleh Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati, Amir Hamzah, serta jajaran Forkopimda dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI.
Tidak hanya itu, prosesi ritual ini turut menyita perhatian internasional dengan hadirnya 18 Duta Besar negara sahabat, serta 2 anggota DPR RI dari Dapil Banten I.
Seba Baduy bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah simbol pengabdian, kesederhanaan, dan pesan ekologis yang mendalam.
Dalam prosesi ini, masyarakat Baduy secara sukarela "menyeba" atau menyampaikan hasil bumi kepada pemerintah daerah sebagai tanda terima kasih atas perlindungan negara terhadap adat dan wilayah mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Hasbi Jayabaya menekankan pentingnya warisan budaya Baduy sebagai inspirasi dalam pembangunan daerah. Ia memperkenalkan konsep Lebak RUHAY, sebuah visi daerah yang Rukun, Unggul, Higienis, Aman, dan Yakin akan masa depan.
"Kami meminta doa dari semuanya, semoga dapat membawa Kabupaten Lebak menjadi daerah yang berkembang, maju, dan daerah yang Ruhay," ujar Bupati Hasbi di hadapan para tokoh adat dan tamu undangan.
Menurutnya, masyarakat Baduy adalah contoh nyata ketahanan pangan mandiri yang bisa dijadikan model pembangunan berkelanjutan.
"Kita belajar dari masyarakat adat yang menjaga kemandirian pangan dan kebersihan lingkungan. Ini sejalan dengan arah pembangunan yang kami tuju," tambahnya.
Sementara itu, Jaro Saidi Putra, salah satu tokoh masyarakat Baduy, menyampaikan pesan yang tak kalah penting. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kelestarian alam, terutama hutan dan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan, baik bagi masyarakat Baduy maupun warga Banten secara umum.
Artikel Terkait
Peringatan Hardiknas 2025 di Tangsel: Dorong Inklusivitas Pendidikan dan Inovasi Anak Bangsa
Optimalkan Balai Latihan Kerja, Pemprov Banten Perkuat Sinergi dengan BP2MI untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten dan Siap Bersaing
Mahasiswa Kosgoro Gelar Aksi di Depan Pemkot Tangsel, Desak Penuntasan Kasus Publik dan Tegaskan Komitmen Aksi Berkelanjutan
Anggota Polres Tangsel Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Ketahanan Pangan: Edukasi Hingga Hasil Nyata
KPK Sambut Dukungan Presiden Prabowo terhadap RUU Perampasan Aset: Momentum Baru Pemberantasan Korupsi?