2. Penanganan Kasus Tanpa Gejala: Menjangkau kontak erat pasien TBC.
3. Evaluasi Pasien yang Telah Diobati: Memastikan kepatuhan pasien terhadap pengobatan.
“Dengan fokus pada ketiga pilar ini, kami optimis eliminasi TBC secara nasional dapat tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: Kapolres Tangsel Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Awal Tahun 2025
Capaian Penanganan TBC di Banten
Pada 2024, Provinsi Banten mencatat temuan kasus TBC sebanyak 55.817 orang, dengan capaian treatment coverage sebesar 111% dari target 90%.
Tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 89%, sedikit di bawah target 90%. Sementara itu, capaian terapi pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah mencapai 66% dari target 68%.
Baca Juga: Pemprov Banten Tegaskan Komitmen Wujudkan Budaya Antikorupsi
Sebagai bagian dari gerakan Banten Eliminasi TBC (GEBET), langkah strategis meliputi:
- Penguatan komitmen pemerintah daerah.
- Peningkatan akses layanan kesehatan.
- Pelibatan komunitas dan multisektor.
- Inovasi penanggulangan melalui program Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS TB).
Dinas Kesehatan Provinsi Banten berhasil meraih penghargaan terbaik kedua secara nasional dalam pelaksanaan program TBC tahun 2024.
Selain itu, sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Banten juga mendapatkan penghargaan atas keberhasilan implementasi program TBC, seperti RSUD Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Teluk Naga.
Melalui kolaborasi inovasi lokal dan dukungan multisektor, Banten bertekad menjadi pelopor dalam pencapaian Indonesia bebas TBC pada 2030.
(***)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Janjikan Gebrakan Baru untuk Masa Depan Indonesia
Diskon Pajak hingga 25% Sambut HUT ke-32 Kota Tangerang, Pj Wali Kota Dorong Zona Integritas
Sosialisasi Kebijakan PPPK Paruh Waktu, Pemkot Tangerang Beri Kepastian Status Tenaga Honorer
IDSD Kota Tangerang Tertinggi di Banten, Pemkot Berkomitmen Tingkatkan Daya Saing
Presiden Prabowo Tanggapi Usulan Penggunaan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis