Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024: Fokus pada Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 7 November 2024 | 21:43 WIB
Debat Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024.
Debat Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024.

Serang, bidiktangsel.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menyelenggarakan debat Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024. 

Acara yang berlangsung pada Kamis malam ini mempertemukan dua pasang kandidat: Pasangan Calon (Paslon) 1, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, serta Paslon 2, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah. 

Debat berlangsung sengit, dengan fokus utama pada isu pendidikan dan upaya memutus mata rantai kemiskinan di Banten.

Baca Juga: Menkomdigi Hadiri Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Tekankan Komunikasi Aktif dan Kerja Kolektif

Dalam sesi tanya jawab, kedua pasangan calon memaparkan program unggulan mereka. 

Paslon 2, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, menekankan pentingnya pendidikan gratis untuk memutus rantai kemiskinan di Banten. 

Mereka berpendapat bahwa salah satu sumber utama kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat Banten. 

Andra Soni menyampaikan bahwa jika terpilih, mereka akan memperjuangkan kebijakan pendidikan gratis secara menyeluruh. 

Namun, mereka juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan dengan memastikan dana yang dialokasikan dapat mencakup kebutuhan sekolah negeri dan swasta.

Baca Juga: Pemerintah Permudah Aturan Bea Meterai dengan PMK Nomor 78 Tahun 2024

Menurut Andra Soni, selain menyediakan sekolah gratis, perhatian pada fasilitas pendidikan juga perlu ditingkatkan. 

“Kita akan memastikan alokasi APBD tepat sasaran dan memadai untuk mendukung kebutuhan seluruh anak di Banten, termasuk yang belajar di sekolah swasta. Keadilan dalam alokasi anggaran ini akan memastikan pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh warga,” ujarnya.

Paslon 1, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, turut menyoroti pentingnya pendidikan gratis, namun dengan fokus lebih kepada kualitas dan pemerataan akses. 

Airin memaparkan visi untuk mendorong inovasi pendidikan di pondok pesantren, khususnya untuk melahirkan santri yang memiliki keterampilan kerja. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X