Dinkes Kota Tangerang Menyatakan Penurunan Kasus DBD di Awal 2024

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 29 Februari 2024 | 18:07 WIB
Menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.
Menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.

Kota Tangerang, bidiktangsel.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menyatakan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2024 mengalami penurunan.

Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD dengan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.

Data menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD pada Januari 2024 mencapai 71 kasus, mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan 83 kasus.

Begitu pula dengan bulan Februari 2024, terdapat 14 kasus DBD, menurun jauh dari angka pada Februari 2023 yang mencapai 50 kasus.

Baca Juga: Penyelamatan Aset di Wilayah Pemkot Tangsel, Kembali Lanjutkan Kerjasama dengan Kejaksaan Negeri

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menekankan bahwa penurunan angka kasus DBD harus disertai dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat, dengan melibatkan partisipasi dalam Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta gerakan Satu Rumah Satu Jumantik hingga 3M Plus.

"Dalam hal penurunan angka kasus, kami tetap mengingatkan agar masyarakat tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD. Masyarakat harus tetap memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan," tegas Dini pada Kamis (29/2/2024).

Masyarakat juga diminta untuk turut serta dalam upaya pencegahan DBD, salah satunya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara bergotong royong.

PSN dapat dilakukan dengan prinsip 3M Plus, yaitu menguras tempat-tempat penampungan air, menutup tempat-tempat tersebut, dan mendaur ulang barang-barang yang memiliki potensi sebagai tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.

Baca Juga: Forum OPD Tangerang Selatan: Sinergi Program dan Aspirasi untuk Kemajuan Kota

"Diluar itu, konsep Plus juga mencakup menanam tanaman pengusir nyamuk, memeriksa tempat-tempat penyimpanan air, mengembangbiakkan ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, serta memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah," jelasnya.

Dini menegaskan bahwa satu nyamuk dapat menghasilkan ratusan telur, dan satu telur dapat menjadi nyamuk dewasa dalam waktu satu minggu.

Oleh karena itu, PHBS harus dijalankan secara rutin setiap hari dan gotong royong dalam PSN harus dilakukan setiap minggu. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Pemkot Tangerang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X