Kedatangan Prof. Yudian Wahyudi: Sentuhan Kemanusiaan BPIP di Desa Curugpanjang, Lebak

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 16 Januari 2024 | 14:28 WIB

Lebak, bidiktangsel.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengunjungi keluarga yang mengalami kelumpuhan di Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten, Jumat, (12/1).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian BPIP terhadap masyarakat yang membutuhkan. Prof. Yudian menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi Abdul Rohman dan lima anggota keluarganya yang mengalami kelumpuhan.

"Meskipun santunan ini alakadarnya, semoga kedatangan saya mewakili BPIP dapat meringankan beban keluarga," ucapnya.

Baca Juga: Maruarar Sirait Mengundurkan Diri dari PDIP, Ikuti Jokowi

Prof. Yudian juga menyampaikan, kedatangannya mendadak karena panggilan jiwa sebagai warga negara Indonesia yang berideologi Pancasila.

"Informasi ini saya dapatkan dari media (berita) yang viral, kemudian sebagai bentuk Pancasila dalam tindakan maka kita wajib peduli dan saya langsung ke sini," ujarnya.

Prof. Yudian juga mengakui, meskipun kondisi perjalanannya sangat sulit seperti jalan terjal dan licin, namun tidak patah arang untuk sampai ke tempat tinggal Abdul Rohman dan keluarganya.

"Bagaimanapun kondisinya, sebagai bentuk keprihatinan kita, maka Negara harus hadir," tegasnya.

Kedatangan Kepala BPIP pun disambut baik oleh keluarga Abdul Rohman. Ia dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada Prof. Yudian.

Baca Juga: MTQ ke 54 Kabupaten Tangerang Masuk Babak Final

"Terimakasih sudah menyempatkan ke sini, semoga Bapak Ibu diberikan kesehatan," ujarnya.

Dikutip di beberapa media, Abdul Rohman dan kelima saudaranya yakni Misto (53), Rahmat Hidayat (41), Sumantri (34), dan Elah (45) sudah bertahun-tahun mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya. Penyakit yang dideritanya tersebut membuat dirinya sulit untuk beraktivitas.

Abdul Rohman bersama keluarganya tinggal di gubuk reyot yang terbuat dari material anyaman bambu dan kayu. Kondisi rumah yang jauh dari kata layak seringkali membuat mereka was-was terutama saat hujan turun. Terlebih bila hujan disertai angin kencang.

Mereka tidak berdaya dan hanya bisa berharap bantuan dari masyarakat dan pemerintah. Meskipun demikian keluarga tersebut saat ini sudah mendapat perawatan Pemerintah Daerah setempat. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: @Lebak.Kab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X