Wapres Apresiasi Tanara Clean Up, Gerakan Kolaboratif Jaga Lingkungan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 14 Januari 2024 | 21:13 WIB
Gerakan ini diluncurkan di Taman Batu Qur'an, Masjid Syech Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Gerakan ini diluncurkan di Taman Batu Qur'an, Masjid Syech Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Serang, bidiktangsel.com - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin mengapresiasi gerakan Tanara Clean Up, sebuah gerakan kolaboratif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB), TNI Angkatan Laut, kalangan swasta, serta segenap komponen masyarakat.

Gerakan ini diluncurkan di Taman Batu Qur'an, Masjid Syech Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Minggu (14/01/2024).

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan, Tanara Clean Up merupakan gerakan penting untuk menjaga lingkungan.
 
 
Acara ini tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan lestari, tetapi utamanya untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah di perdesaan agar dapat bernilai ekonomis dan bermanfaat.

"Inisiatif ini akan menyiapkan Tanara kelak menjadi pusat edukasi lingkungan dan ekowisata," ungkap Wapres.

Wapres berharap, program ekoriparian yang menjadi bagian dari Tanara Clean Up ini dapat mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan serta akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.

Baca Juga: JPP Dukung Pemilu Damai, Siap Publikasikan Konten Edukatif

"Marilah kita jadikan kegiatan ini sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," ajak Wapres.

Sebelumnya, Menteri LHK Siti Nurbaya melaporkan, ekoriparian dan penanaman pohon menjadi bagian dari program pemeliharaan dan pemulihan lingkungan.

Penataan Sungai Cidurian yang melewati wilayah Tanara ini ditempuh dengan pembangunan satu unit Instalasi Pengolahan Air Limbah MCK (IPAL-MCK), renovasi dua unit IPAL-MCK, pembangunan satu unit MCK umum, penambahan toren air, dan pembuatan sumur bor guna menurunkan beban pencemaran sungai oleh masyarakat.

Baca Juga: Gebyar Batik di Larangan: Membangkitkan Pesona Kampung Batik Kembang Mayang sebagai Pusat Kerajinan Batik Kota Tangerang

Selain itu, dibangun ekoriparian sepanjang sekitar 200 meter dengan dilengkapi IPAL berkapasitas 1.000 orang, sebagai ruang terbuka hijau dan tempat wisata air bagi masyarakat.

Hingga hari ini, diperkirakan akan terangkat sedimentasi sungai dan sampah sebesar 1.100 ton.

"Hari ini kita melakukan penanaman pohon serentak di seluruh provinsi di Indonesia dengan pusat kegiatan di Tanara, Provinsi Banten. Lokasi penanaman merupakan lahan kritis yang menjadi target pemerintah dalam upaya pemulihan kualitas lingkungan se-Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Apresiasi Bank Sampah Alamanda, Kontribusi Positif dalam Mengatasi Sampah dan Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

"Jadi, hari ini kita bekerja dari Tanara untuk seluruh Indonesia," ucap Siti Nurbaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Pemprov Banten

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X