Pemkab Tangerang Salurkan Bansos untuk Lansia dan Keluarga Risiko Stunting

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 16 Desember 2023 | 21:41 WIB
Bantuan sosial tunai (BST) bagi lanjut usia (lansia) dan keluarga risiko stunting (KRS).
Bantuan sosial tunai (BST) bagi lanjut usia (lansia) dan keluarga risiko stunting (KRS).

Tangerang, 16 Desember 2023 - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) bagi lanjut usia (lansia) dan keluarga risiko stunting (KRS) di halaman Kantor Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/12/2023).

Penyerahan bansos tersebut dilakukan dalam acara Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan dan Pencegahan Stunting (Gebrak Tegas). Dalam acara tersebut, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tangerang turut serta memberikan bantuan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, bansos lansia sebesar Rp2.400.000 per orang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan hidup bagi lansia dengan kategori miskin. Para lansia diharapkan dapat menggunakan bantuan tersebut untuk pemenuhan gizi serta hidup layak.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Bimtek Manajemen Organisasi dan Administrasi MUI

"Sementara itu, bansos stunting sebesar Rp400.000 per orang diperuntukkan bagi keluarga risiko stunting (KRS), dalam hal ini Ibu Hamil dan Baduta. Bansos tersebut diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat untuk membeli kebutuhan pemenuhan gizi, agar terhindar dari stunting," ujarnya.

Pj Bupati Tangerang Andi Ony mengungkapkan, Gebrak Tegas merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani stunting dan kemiskinan. Kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama ini adalah aksi kolaboratif yang dapat dijadikan sebagai awal dari pelaksanaan lebih besar lainnya ke depan dalam rangka penanganan stunting dan kemiskinan.

Andi Ony mengingatkan, aksi ini perlu juga turut serta didukung masyarakat. Sebab, tanpa keikutsertaan masyarakat, maka sulit mencapai tujuan bersama. Apalagi, jika menyinggung Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim Jelang Peresmian RSUD Tigaraksa

"Anak-anak yang saat ini usia 1-2 tahun, pada tahun 2045 akan mencapai usia produktif, dan saat itu pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai usia produktif, atau bonus demografi. Adapun yang kita siapkan 2023 saat ini, maka akan kita lihat hasilnya nanti," ucapnya.

Sejalan dengan Pj Bupati Tangerang, Aziz Gunawan mengungkapkan, Dinas Sosial berupaya menciptakan generasi emas. Oleh karena itu, bentuk bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil dengan kategori masyarakat miskin perlu didorong. Dengan begitu, cita-cita bonus demografi dapat dimanfaatkan dengan baik, karena memiliki kompetensi tinggi dan terhindar dari dampak stunting.

"Dinsos berupaya mengentaskan kemiskinan dengan menyiapkan data-data valid masyarakat miskin yang dapat digunakan oleh OPD di Kabupaten Tangerang dalam rangka penanganan kemiskinan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Diskominfo Kab Tangerang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X