Pemkab Pandeglang Terus Cetak Hafidz Hafidzoh Al-Quran

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 23 November 2023 | 23:19 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita pada kegiatan Pembinaan Calon Hafidz Al-Qur'an
Bupati Pandeglang Irna Narulita pada kegiatan Pembinaan Calon Hafidz Al-Qur'an

Pandeglang, bidiktangsel.com - Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus mencetak Hafidz dan Hafidzoh Al-Qur'an melalui program satu desa satu Hafidz Al-Qur'an. Program ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengatakan bahwa menghafal Al-Qur'an dapat menjadi benteng bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi.

"Saat ini generasi muda kita sedang di jajah oleh globalisasi. Prilaku tidak baik bisa saja terjadi karena lingkungan yang kurang sehat," kata Irna pada kegiatan Pembinaan Calon Hafidz Al-Qur'an Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2023, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga: Perkuat Sinergitas, MPC Pemuda Pancasila Lebak Lakukan Audiensi Ke Pemkab Lebak

Irna mengatakan bahwa membentuk generasi Qur'ani memang tidaklah mudah. Namun, hal ini menjadi sebuah tantangan besar bagi pemerintah dan para orang tua.

"Jangan sampai Bapak dan Ibu merasakan bagaimana jika anak kita tidak patuh kepada Allah, Rosul, dan para orang tuanya karena dampak perkembangan global," kata Irna.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Adist Muntaha mengatakan bahwa rekrutmen hafidz dan hafidzoh ini merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan 6 dari seluruh Kecamatan.

"Setelah terkumpul sebanyak 339 orang calon Hafidz dan Hafidzoh akan kita lakukan pembinaan oleh Ikatan Pendidik Al-Qur'an (IPQ) masing-masing Kecamatan," kata Adist.

Baca Juga: Pembukaan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2025-2026

Pelaksanaan rekrutmen ini dilakukan di empat lokasi yakni di Kecamatan Pandeglang, Kecamatan Saketi, Kecamatan Panimbang, dan Kecamatan Cibaliung.

"Setelah ini progresnya kita evaluasi, nanti akan kita tempatkan di pondok-pondok pesantren," kata Adist.

Dijelaskan Adist, program ini sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena terkendala Covid-19 akhirnya diberhentikan.

"Saat ini kita mulai kembali, agar bisa terbentuk satu desa satu Hafidz Al-Qur'an," kata Adist.

Program satu desa satu Hafidz Al-Qur'an ini disambut baik oleh masyarakat. Mereka berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: @pemkab.pandeglang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X