Pengamat: Tekanan Non-Teknis Makin Besar, Timnas Harus Siap Diakali Dari Luar Lapangan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 17 September 2025 | 10:10 WIB
Timnas Indonesia menjelang Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
Timnas Indonesia menjelang Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia

Jakarta, Pengamat sepak bola Binder Singh menyampaikan keprihatinan mendalam atas makin besarnya tekanan non-teknis yang harus dihadapi Timnas Indonesia menjelang Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung, 8–14 Oktober 2025 di Jeddah, Arab Saudi.

Indonesia yang tergabung di Grup B bersama tuan rumah Arab Saudi dan Irak, akan menghadapi laga perdana melawan Arab Saudi pada 8 Oktober, disusul pertandingan melawan Irak pada 11 Oktober.

Baca Juga: Pantau Pergerakan Bus Sekolah Gratis Lewat Aplikasi Sioptimus Kota Tangsel

Namun, menurut Binder, tantangan terbesar bukan hanya datang dari kualitas lawan, melainkan dari keputusan-keputusan non-teknis yang dinilai merugikan Indonesia secara sistematis.

“Saya melihat Indonesia benar-benar dirugikan dan siap-siap diakali oleh keputusan AFC yang sangat memihak Arab Saudi,” tegas Binder dalam podcast BBB yang tayang Selasa (16/9).

Ia menyoroti perubahan kebijakan AFC yang awalnya menetapkan babak keempat berlangsung di tempat netral, namun kemudian menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah dengan dalih peringkat FIFA tertinggi.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Tanam 2 Ribu Bibit Cabai dan Terong, Tersebar di 7 Kecamatan

“Keputusan itu menunjukkan keberpihakan yang terang-terangan. AFC seolah ingin mengamankan Arab Saudi dan Qatar lolos ke Piala Dunia dengan cara memainkan aturan. Tidak ada transparansi, tidak ada semangat fair play,” ujar Binder.

Lebih lanjut, Binder mengkritisi penunjukan wasit asal Kuwait untuk laga Indonesia vs Arab Saudi.

“Mengapa harus wasit dari Timur Tengah lagi? Apakah tidak ada wasit dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, bahkan Eropa atau Amerika Latin yang bisa memimpin laga sebesar ini?” katanya dengan nada geram.

Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni: TNI Punya Peran Stabilitas di Daerah

Binder juga menyoroti alokasi tiket yang hanya 8% dari kapasitas Stadion King Abdullah Sport City, atau sekitar 5.200 lembar untuk suporter Indonesia.

“Padahal kita tahu, banyak warga Indonesia di Timur Tengah yang siap mendukung langsung Tim Merah Putih. Ini jelas pembatasan yang tidak adil,” tambahnya.

Binder pun mengapresiasi langkah PSSI yang melayangkan protes resmi atas penunjukan wasit dan pembatasan tiket tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X