Pelabuhan Ratu, bidiktangsel.com - Mengutip pidato Antonio Guterres Sekjen PBB dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021, " Saya mendesak semua negara untuk sepenuhnya mengimplementasikan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Meningkatkan aksesibilitas, dan membongkar hambatan hukum, sosial, ekonomi dan lainnya dengan keterlibatan aktif para penyandang disabilitas dan perwakilan nya," dalam kutipannya di situs web un.org, di pantau Jumat (3/12/2021).
Apakah saat ini sudah lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, terkait penanganan para disabilitas RI baik yang dirawat di rumah-rumah atau panti sosial swasta dan milik pemerintah.
Mari kita tengok sejenak satu Panti Sosial "Aura Welas Asih" Pelabuhan Ratu, Cipatuguran Sukabumi Regency.
Panti Sosial "Aura Welas Asih" ini berdiri pada tahun 2014, operasional 2017. Pendirinya adalah Denny Solang dan istrinya Leni. Berangkat dari panggilan hati nurani yang sering melihat ODGJ berkeliaran mengais makanan di tempat sampah saat perjalanan pulang kerja dari Jakarta Sukabumi. Dengan mengikhlaskan menjual 3 buah mobilnya untuk mendirikan Panti Sosial tersebut.
Dari hati kecil Denny Solang dan Leni terus berharap semoga Panti "Aura Welas Asih" bisa tetap berdiri dan semakin lebih berkembang dan lebih banyak kalangan yang terketuk hatinya untuk membantu.
Karena kami pikir hal ini adalah tugas mulia di jalan yang diridhoi Allah SWT untuk kita semua merawat mereka, orang-orang disabilitas mental maupun ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) terlebih mereka yang hidup berkeliaran terlantar di jalan supaya hidup lebih layak, bersih dan baik, sehat fisik maupun mentalnya sebagaimana manusia lainnya. Sebenarnya mereka juga tidak pernah mau hidup seperti itu karena tidak ada pilihan dan hal itu terjadi di luar kesadaran mereka, ujar Leni dalam sesi wawancara.
Begitu banyak tantangan yang beliau lalui untuk pemenuhan biaya operasional, logistik, penyediaan obat-obatan untuk para pasien. Khusus obat-obatan bekerjasama dengan RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi di Bogor. Penghuni Panti Sosial tersebut saat ini mencapai 200 orang dengan pendamping 28 orang. Penghuni panti mayoritas dari daerah sekitar Sukabumi mayoritas dari kalangan ekonomi prasejahtera.
Jika kita melewati daerah Sukabumi setelah tol Bocimi akan tampak terlihat deretan pabrik di sepanjang jalan yang tentunya mereka mengelola dana CSR juga. Apakah dari dana CSR telah didistribusikan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar khususnya ke panti-panti sosial yang terletak tidak jauh dari kawasan pabrik.