Vaksin COVID-19 Dengan Efikasi 65,3% Sudah Penuhi Syarat

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Kamis, 14 Januari 2021 | 19:29 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Keraguan masyarakat mengenai efikasi vaksin COVID-19 perlu  ditepis. Pasalnya vaksin COVID-19 dengan nilai efikasi melebihi 50% merupakan standar yang  sudah ditetapkan WHO. Nilai ini pun tidak mempengaruhi keamanan vaksin tersebut dan bisa  diberikan kepada masyarakat luas sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. 

Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, Pakar Kesehatan Masyarakat, mengatakan “Pada dasarnya nilai efikasi 65,3% sudah baik, dari segi persyaratan sudah mencukupi. Perlu  dicatat, tidak ada hubungannya efikasi dengan keamanan vaksin. Dari segi konsep akademik  vaksin ini sudah memenuhi syarat,” ujarnya. 

Dengan hasil efikasi 65,3% tersebut Prof. Hasbullah menyarankan agar pemerintah bisa  memastikan perlindungan kepada masyarakat “Sementara itu yang kita butuhkan adalah saat ini  efektivitas. Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen  penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol  kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap jalan sehingga 

masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi,” tambahnya. 

Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan  upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi. “Hal ini perlu terus disuarakan  agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan,” ujarnya. 

Kendati begitu, pandemi tidak benar-benar berakhir karena menurut Prof. Hasbullah untuk  mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi. “Oleh karena itu dunia memiliki  lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF. Karena ini  kepentingan dunia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Dan dalam satu negara tidak  bisa hanya satu komunitas saja yang berpartisipasi, semua harus ikut, karena merupakan 

kepentingan bersama.” Masyarakat juga dihimbau agar tidak ragu-ragu menerima vaksin, “Kita tidak boleh ragu-ragu  karena target kekebalan komunitas tidak akan tercapai kalau ada keraguan, sehingga target  memutar kembali roda perkenomian pun tidak tercapai. Dari segi ilmu manajemen ini disebut start  with the low hanging fruit, ambil yang sudah dekat jangan yang tinggi atau jauh-jauh, tapi jangan  kemudian menjadi lengah, vaksin yang lain juga perlu diambil atau dipersiapkan,” terang Prof.  Hasbullah. (KCPEN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X