"Statementnya itu sudah membuat gaduh internal partai. Saya banyak menerima pertanyaan dari para kader, kok yang dipilih Muhamad, apa bener?, gak salah ini?," paparnya.
Zahroni menambahkan, saat ini tinggal satu kader internal yang tersisa, yakni Doktor Haji Gagarin. Nasib beliau masih digodok DPP. Kami berharap kader internal inilah yang diusung atau direkomendasikan oleh DPP. Ini sudah harga mati," ujar Broer panggilan akrabnya.
Pria plontos berbadan tambun ini mengharapkan DPP harus bijaksana menentukan pilihan.
"Kedepankan harapan Ketua Umum bu Megawati yang harus memprioritaskan kader internal, lagi pula Pak Gagarin ini kader senior, bukan kader kaleng-kaleng, punya pasukan, mapan, mantan ketua partai, dan saat ini pengurus struktural di Provinsi Banten. Kurang apa lagi," ujarnya, seraya mewanti-wanti jangan sampai kejadian 2015 terulang kembali, karena bukan kader murni yang diusung, akhirnya kalah.
"Apakah kali ini kita mau lagi masuk dalam lubang yang sama," ujarnya. (***)