bidiktangsel.com, Serpong - Dari pernyataan Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhammad Acep yang menyatakan hanya Siti Nur Azizah Cawalkot Tangsel satu-satunya siap maju pilkada Tangsel 2020 dari ASN, dianggap pengamat kurang etis dan tidak elok.
Hal tersebut dikatakan Pengamat Politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Adib Miftahul, ungkapan ketua Bawaslu Tangsel bahwa Siti Nur Azizah dinilai paling siap, akan dimaknai masyarakat sebagai ketidak netralan Bawaslu.
"Ungkapan ketua Bawaslu bahwa Siti Nur Azizah dinilai paling siap menurut saya kurang etis dan cenderung tidak elok," ujar Adib ketika dimintai tanggapan terkait pernyataan Ketua Bawaslu Tangsel di salah satu media online (TNcom) oleh wartawan, Rabu (29/1/2020).
Adib menegaskan di pilkada Tangsel 2020 ini, ada tiga cawalkot yang masih berstatus ASN Sekda Tangsel Muhammad, Kolenel Beben dan Tomi Patria Lurah Cipayung. artinya dengan pernyataan Ketua Bawaslu tersebut dianggap mereka tidak siap.
"Nanti pengertiannya di masyarakat mereka tidak siap, kan bisa begitu," tegasnya.
Adib juga mengatakan, mestinya Bawaslu sudah tahu bahwa ASN itu sesuai UU, wajib mundur kalau sudah ditetapkan menjadi calon ketika mendaftar ke KPU.
"Jadi kalau sebelum daftar ke KPU, jangan digiring opini tidak siap dong, ini nanti dinilai merugikan kontestan yang lain," ujarnya.