11 mahasiswa Sastra Mandarin UAI yang tengah mengikuti program beasiswa S-2 di Fuzhou dan Beijing aman

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 29 Januari 2020 | 05:07 WIB

"Feri Ansori Direktur Indonesia Pusat Bahasa Mandarin (PBM) & Ketua Program Sastra Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menyatakan 11 mahasiswa Sastra Mandarin UAI yang tengah mengikuti program beasiswa S-2 di Fuzhou & Beijing dalam keadaan aman."

Bidiktangsel.com, Jakarta, - Epidemi virus corona di Wuhan Tiongkok yang akhir-akhir ini viral dan mematikan menyebar secara global , 13 negara menyatakan positif terjangkit. Hal itu menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di kalangan orang tua yang anaknya tengah menempuh pendidikan lanjutan di negeri tirai bambu. Virus Corona ini diduga berasal dari kebocoran laboratorium Wuhan terkait dengan program senjata biologi rahasia Cina, ada juga yang menduga berasal dari konsumsi binatang kelelawar ataupun sebab lain yang masih dalam proses penelitian.

Perdana Menteri (PM) Li Keqiang pejabat paling senior di Tiongkok memutuskan mengunjungi kota Wuhan, Senin 27 Januari 2020. Kunjungan PM Li untuk menginvestigasi dan memandu upaya pengendalian virus di kota berpenduduk 11 juta jiwa tersebut. Pemerintah Tiongkok menyatakan korban tewas menjadi 80 orang total. Sementara total kasus terkonfirmasi mencapai 2.744 kasus di seantero Tiongkok di kutip dari CNN.
Secara khusus, China juga telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya daerah Wuhan yang diduga merupakan tempat asal virus corona. Dan melarang sementara perdagangan daging kelelawar dan ular yang diduga sebagai penyebab awal virus Corona.

Universitas Al Azhar Indonesia adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang sejak tahun 2005 membuka Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok. Berdirinya Program tersebut didorong oleh keinginan untuk terlibat secara aktif dalam komunikasi global khususnya dengan negeri China yang tengah mencapai puncak perkembangan di bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dan industri. Serta termotivasi oleh ajaran Nabi Muhammad SAW yang mendorong umatnya untuk belajar sampai ke negeri China, juga untuk membangun kesatuan dan persatuan bangsa termasuk dengan etnis China. Dalam program ini tidak saja diajarkan bisa menguasai bahasa China secara lisan maupun tulisan namun juga budaya China mereka pelajari agar memberi nilai tambah untuk menjemba-tani hubungan timbal balik antara kedua negara dalam berbagai bidang dengan mengembangkan kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat Tionghoa dan telah menghasilkan para alumni yang berkualitas dengan perkembangan ter update yang bekerja di kantor-kantor pemerintahan, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan swasta dan industri, perusahaan asing, wiraswasta.

Termasuk juga yang melanjutkan pendidikan S-2 di berbagai universitas di China seperti Fujian Normal University, Yunnan Normal University, Beijing Capital University dll.

Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin M.Sc dan Dekan Sastra UAI Faisal Hendra,
Ketua Program Studi Sastra Cina UAI yang juga Direktur Indonesia Pusat Bahasa Mandarin Feri Ansori, juga menjalin kerjasama dengan Confusius Institute Hanban - China, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPMB), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Yayasan Nasional Building (NABIL) dan Lembaga Pengajaran Bahasa Mandarin lainnya baik linkup internasional maupun nasional.

Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mempunyai Perwakilan Pusat Bahasa Mandarin (PBM) 阿拉扎孔子学院 Confusius Institute, Hanban-China merupakan satu-satunya di DKI Jakarta, juga mempunyai Pusat Kepustakaan Tiongkok 中国馆 bekerjasama dengan Pemerintahan China satu-satunya di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X