Pelantikan Pengurus HIPMI 2019-2022 dan harapan Presiden RI

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Kamis, 16 Januari 2020 | 08:42 WIB

Presiden juga menyampaikan masih banyak investor mengalami kesulitan untuk menyelesaikan proses investasi setelah masuk ke Indonesia karena terkendala masalah pelayanan, perizinan dan pembebasan lahan sehingga balik badan lagi.

“Banyak sebetulnya investor sudah masuk ke kandang kita, sudah masuk ke negara kita, tapi kita tidak bisa menyelesaikan mereka, sehingga mereka balik lagi. Sudah masuk. Bukan di depan pintu, sudah masuk ke RI.

Kepala Negara juga berharap bahwa setelah dilantiknya Kepala BKPM yang memiliki kewenangan setingkat menteri dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi terkait investasi, Kepala BKPM baru-baru ini menyelesaikan masalah terkait pembebasan lahan di Provinsi Banten hanya dalam dua minggu. Meski tahu saat menyelesaikan itu mencatut nama dirinya, Presiden mengaku tidak mempermasalahkannya asalkan hal bertujuan untuk kebaikan dan cepat menyelesaikan permasalahan terkait investasi di lapangan.

“Pak Bahlil sudah bicara ke saya, bahwa sering memakai nama saya untuk menyelesaikan masalah di lapangan" ujar Presiden dalam pidatonya. Enggak apa-apa, asal untuk kebaikan. Hal-hal seperti ini yang kita ini memang masih rumit sering tumpang tindih dalam peraturan. Investasi sudah di dalam tapi kita tidak bisa mengeksekusi dengan baik gara-gara urusan pembebasan lahan, urusan perizinan. Izin di kementerian, izin di provinsi, izin di kabupaten, di kota,” tutur Presiden.

Hal lain yang menjadi kendala dalam investasi, menurut Presiden, adalah regulasi yang saat ini jumlahnya mencapai 42.000 mengalami tumpang tindih dan rencana dalam minggu ini akan diselesaikan. “Insya Allah minggu ini kita akan mengajukan omnibus law ke DPR. ada 74", jelas Presiden.

Presiden menyatakan bahwa hal ini dapat menjadi sebuah lompatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, dunia usaha, dan UKM sehingga mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi signifikan kepada dunia usaha.

Presiden dalam pidatonya juga menyinggung masalah perpindahan Ibu Kota RI bahwa bukan hanya pindah lokasi atau pindah gedung kementerian atau gedung istana, namun yang terpenting dari semua itu adalah perpindahan mindset, pola pikir, pola kerja, dan kultur kerja, “tambah Presiden.

Di Ibu kota yang baru nanti, menurut Presiden, transportasi publik ramah lingkungan adalah autonomous. “Mobil-mobil pribadi nanti juga akan autonomous vehicle, electric vehicle dan autonomous vehicle. Dan saya juga memiliki mimpi besar agar kita ini menjadi ibu kota pertama yang transportasi massalnya, transportasi pribadinya memakai electric vehicle dan autonomous vehicle,” tutur Presiden.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X