Dalam pengerjaan bamgunan tersebut, Sahyono tidak transparan dengan pengurus lainnya, mereka dilibatkan hanya sebagai pekerja dan mendapat upah harian.
Dari keterangan bendahara Gapoktan, Wahid, dia pernah didatangi Sahyono untuk diminta membuat SPJ terkait pengerjaan bangunan tersebut, namun, Wahid menolak. Karena baliau tidak pernah diberi tahu berapa dan untuk apa saja dana tersebut digunakan. (mus)